Asah Kemampuan, Mahasiswa PBI Ikuti National English Education Debate (NEED) UMY 2017

0
280

Practice makes perfect, itulah moto yang sangat cocok jika seseorang ingin terus mengembangkan kemampuan dirinya. Moto ini juga dianut beberapa mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Untidar khususnya yang menekuni dunia debat. Kamis hingga Minggu (14-16/4) kemarin 4 mahasiswa PBI mencoba mengasah kemampuannya dengan mengikuti 5th National English Education Debate (NEED) UMY 2017 yang diselenggarakan oleh English Department Students Association Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kompetisi debat tingkat nasional ini terbuka bagi seluruh mahasiswa prodi bahasa Inggris yang bernaung di perguruan tinggi provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Di sinilah tim debat PBI Untidar menemukan pesaing dari beragam universitas ternama di Indonesia, seperti UNS, Univet, UAD, Undip, UNY, Unnes, Unsoed, dll.

Eka Kusuma Adiyaningrum salah satu mahasiswa PBI yang mengikuti kompetisi ini menceritakan pengalaman pertamanya ketika tahun 2015 pernah mengikuti kompetisi debat tingkat universitas namun sempat terhenti karena teman satu timnya jatuh sakit, “Saya rasa ini kesempatan untuk mengulang dan menyelesaikannya hingga akhir, sehingga kemampuan saya kembali terasah.” Pada kompetisi ini Eka menemukan banyak pesaingnya yang sudah berpengalaman sehingga terbangun suasana pro aktif, tentu ini pengalaman menggembirakan baginya. “Bisa dibilang saya newbie jadi rasanya kompitisi debat kemarin challenging banget. Saya dapat banyak ilmu debat yang baru, terutama dari para juri. Bonus lain ya bertambahnya teman dari berbagai universitas.”

Dari 28 tim yang mengikuti kompetisi ini, tim A Untidar yang beranggotakan Yusuf Yulianto dan Novia Indri Susanti berhasil masuk quarter final atau babak perempat final. Mochamad Maliq Al Firdaus, M.Pd. selaku Kaprodi PBI dengan bangga mengapresiasi mahasiswanya. “Setiap waktu saya memang selalu memotivasi mereka, supaya tidak cepat puas hanya menjuarai di tingkat prodi atau universitas saja. Justru kemampuan mereka akan lebih berkembang jika mengikuti kompetisi tingkat nasional, bertemu dengan universitas lain di seluruh Indonesia.” Ditambahkannya, pengiriman mahasiswa untuk mengikuti kompetisi ini melalui tahap seleksi ketat, meskipun hanya di internal prodi. Dirinya ingin benar-benar menyaring mahasiswa yang qualified.

Melalui hasil yang ditorehkan mahasiswa didikannya dalam kompetisi ini, Maliq akan meningkatkan pola pembinaan untuk tahun depan. Harapannya tahun depan bisa lebih baik lagi dibanding sekarang. “Pembinaan selalu dilakukan dan harus ada peningkatan, namun dalam waktu dekat ini fokus pada persiapan NUDC (National University Debating Championship) lebih dulu. Ini merupakan kompetisi debat yang diadakan kopertis tingkat regional Jawa Tengah di bulan Juni,” tandasnya mengakhiri. (TP)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY