Dosen FKIP Mengikuti Workshop Asistensi Jurnal Terakreditasi Tahun 2019

0
230
photo by wulansari

Jurnal terkareditasi menjadi salah satu fasilitas akademik yang harus dimiliki oleh perguruan tinggi. Melalui jurnal, dosen maupun mahasiswa dapat mempublikasikan produksi karya ilmiahnya. Jurnal ilmiah saat ini harus terdaftar agar dapar terakreditasi baik secara nasional maupun internasional. Berdasarkan hal tersebut Kemenristek-Dikti mengadakan kegiatan Workshop asistensi jurnal terakreditasi tahun 2019 di Sunan Hotel Solo pada Rabu hingga Jumat,27 Februari – 1 Maret 2019.

Sebagai perintis e-jurnal ber-ISSN dan terindeks DOAJ, FKIP berupaya meningkatkan kualitas jurnal dengan mengirimkan dua dosen yaitu Atsani Wulansari, S.S., M.Hum dari Prodi PBI dan Eli Trisnowati, S. Pd., M. Pd. dari PIPA untuk mengikuti Workshop asistensi jurnal terakreditasi tahun 2019 di Sunan Hotel Solo. Setelah mengikuti workshop tersebut, informasi yang didapatkan akan digunakan sebagai pedoman dalam meningkatkan kualitas jurnal hingga berstatus terakreditasi.

Workshop asistensi jurnal terakreditasi tahun 2019 di Sunan Hotel Solo yang dilaksanakan selama 3 hari, diprakarsai oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan mendatangkan narasumber dari berbagai bidang pendukung akreditasi jurnal. Acara dibuka pada Rabu 27 Febuari 2019 pukul 13.00 oleh direktur pengelolaan kekayaan intelektual Dikti Hotmatua Daulany.  Acara dilanjutkan dengan kebijakan dan Program Arjuna dan Sinta oleh pihak Dikti.  Mengkutip informasi yang disampaikan oleh pihak Dikti, jurnal yang pada saat ini sudah terindeks Sinta terhitung sebelum tahun 2018 ada dua kategori, yaitu jurnal yang sudah mengajukan penilaian akreditasi, dan jurnal yang baru saja mengisi evaluasi diri. Jurnal yang sudah mengajukan akreditasi akan mendapat tingkatan akreditasi di Sinta dan sertifikat, sedangkan jurnal yang baru mengisi form evaluasi diri hanya memperoleh indeksasi di Sinta. Jurnal yang belum mendapat sertifikat akreditasi dapat melegalkan indeksasi, yaitu  dengan pengajuan akreditasi yang sudah memenuhi kriteria akreditasi, yaitu memiliki dua tahun terbitan lengkap berturut-turut.

Pembahasan mengenai Etika publikasi, plagiarisme, dan pengenal tool plagiat disampaikan oleh Hadiyanto. Etika publikasi penting menjadi penilaian dalam akreditasi. Jurnal-jurnal yang belum mencantumkan etika publikasi harus segera melengkapinya. Selain itu, Cek plagiarisme penting dilakukan pada tahap pertama edit artikel jurnal.  Hadiyanto menambahkan, Tool cek plagiarisme sebaiknya gunakan yang berbayar untuk kevalidan hasil cek.

Bahasan mengenai kesiapan substansi bidang sosial humaniora/pendidikan disampaikan oleh Dr. Parmin. Beliau menyampaikan bahwa subtansi artikel bidang sosial humaniora meliputi; Judul, Alamat Afiliasi dan Nama Penulis, Abstrak dan Kata kunci, Kecukupan State of The Art Overview Penelitian/Artikel Jurnal Sebelumnya, Jelas dan Tidaknya Gap Analysis (mengapa riset ini perlu dilakukan dan keunikan paper ini dibanding paper2 sebelumnya?), Jelas dan Tidaknya Tujuan Penelitian, Jelas dan tidaknya Penulisan Metode Penelitian, Apakah Hasil dan Pembahasan ditulis secara jelas dan memenuhi aspek scientific merit (unsur what/how?, why?, dan what else?), Adakah pembandingan dengan hasil-hasil penelitian orang lain di Pembahasan?, Apakah Kesimpulan cukup menjawab Tujuan Penelitian?… Konseptual penekanan pada temuan., Penulisan Daftar Pustaka (konsistensi dan benar-tidaknya). Pembahasan oleh Dr. Parmin cukup panjang namun menarik karena peserta diberi waktu tanya jawab dan diskusi.

 Selanjutnya, Penyiapan substansi bidang sains disampaikan oleh prof. Komang W. Wiryawan. Beliau menuturkan bahwa Artikel harus memiliki kebaruan (novelty). Isi dari artikel substansi bidang sains dari konten ada diusahakan memiliki sifat kebaruan, bermanfaat, dan menarik. Penyajian data juga terstruktur , serta manuskip tulisan harus ringkas, jelas, dan mudah dimengerti.

Pembahasan  dan diskusi teknis OJS dan praktik disampaikan oleh Istadi. Pada materi ini dijelaskan teknis penyusunan OJS agar sesuai dengan kriteria akreditasi. Materi tentang evaluasi diri dan strategi penyiapan kelengkapan borang penilaian Arjuna disampaikan oleh Sutrisno Heru Sukoco. Heru menjelaskan mengenai cara mengisi evaluasi diri dan bagaimana menyiapakan kelengkapan borang penilaian akreditasi. Evaluasi diri sebaiknya diisi sesuai dengan kondisi jurnal yang ada saat ini.

Acara bedah jurnal diikuti oleh Peserta workshop dengan teknik ber kelompok. Tiap kelompok didampingi oleh narasumber yaitu Dr. Parmin , Hadiyanto, Prof. Komang W. Wiryawan ,Istadi, dan Sutrisno Heru Sukoco. Jurnal FKIP,  Indonesian Journal of Science and Education (IJOSE) dan Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching turut dibedah dari segi tampilan OJS dan substansi artikel (MW).

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY