Dosen PBSI Menjadi Pemakalah dalam Seminar Nasional di Universitas Negeri Malang

0
266

Fifit Firmadani, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP mengikuti seminar nasional dengan tema “Transformasi Pendidikan Abad 21 untuk Mengembangkan Pendidikan Dasar Bermutu dan Berkarakter” pada hari Sabtu, 6 Mei 2017. Kegiatan itu diselenggarakan oleh  Pascasarjana Universitas Negeri Malang Peogram Studi Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Dasar  di Gedung Aula H3 Pascasarjana UM.

Seminar tersebut dihadiri oleh para dosen, pemerhati pendidikan, guru, dan mahasiswa. Jumlahnya sekitar 280 orang yang terdiri dari 140 peserta dan 140 pemakalah. Adapun yang menjadi pembicara seminar yaitu Prof. Dr. Sarwi, M.Si (ketua prodi pendidikan dasar pascasarjana UNNES) dan Prof. Dr. Waras, M.Pd (guru besar prodi teknologi pembelajaran UM).

Acara dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi seminar panel  yang diisi oleh dua pemateri dan  sesi seminar pararel yang diikuti oleh peserta call for paper . Makalah peserta tersebut dibagi menjadi tujuh subtema yaitu pembelajaran berbantuan teknologi komputer, pembelajaran berbasis teknologi mobile, pembelajaran berbasis web, inovasi pembelajaran dalam kelas, pembelajaran berbasis komparatif dan kolaborasi, pembelajaran berbasis pendidikan dasar, pembelajaran berbasis pendidikan berkarakter.

Prof.Dr. Sarwi, M.Si. Sebagai pemateri pertama memaparkan mengenai “Pengembangan Sumber Daya Insani Professional  Berkarakter  Abad 21”. Pemateri kedua yaitu Prof. Dr. Waras, M.Pd memaparkan materi mengenai “Rapid Learning dan Kebutuhan Belajar Masa Kini”. Adapun para peserta call for paper mempresentasikan hasil  masing-masing penelitian atau kajian konsep  yang dibagi menjadi beberapa kelompok di setiap kelas.

Fifit Firmadani, M.Pd. menyatakan, “Saya membuat makalah kajian konsep sub tema inovasi pembelajaran berbasis kelas dengan mengambil judul Pembelajaran Berbasis Riset sebagai Inovasi Pembelajaran. Saya menuliskan bahwa ketrampilan berpikir kritis sangat penting untuk dibudayakan di dalam pendidikan yang bisa diwujudkan melalui pembelajaran berbasis riset.” Menurutnya, pembelajaran berbasis riset adalah mengintegrasikan riset atau kegiatan penelitian ke dalam pembelajaran, penerapan pembelajaran berbasis riset dapat melalui metode pembelajaran inquiry learning, problem based learning, dan contextual teaching and learning yang dapat berjalan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi, praktik, debat, dan simulasi. Pendidik harus aktif dalam menciptakan dan menerpakan pembelajaran berbasis riset, karena akan melatih peserta didik berpikir kritis sehingga diharapkan menjadi lulusan yang dapat sebagai problem solver dan problem finding dalam kehidupan bermasyarakat.

Dosen pengampu mata kuliah kependidikan tersebut juga menyampaikan tentang manfaat mengikti seminar. “Setelah mengikuti seminar itu pengetahuan saya semakin bertambah dan luas di bidang pendidikan. Selama mengikuti seminar saya dapat berbagi ilmu dengan teman lain baik dari dosen, pemerhati pendidikan, mahasiswa, dan guru. Selain itu, saya dapat menambah relasi dari berbagai lembaga pendidikan. Saya juga jadi lebih bersemangat untuk menulis dan meneliti agar nantinya dapat mengikuti seminar call for paper di lain tempat dan waktu,” tambah Fifit Firmadani, M.Pd. (DZ)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY