EFC Ajarkan Mahasiswa Bersabar Hadapi Anak SD

0
252

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP Untidar dalam bulan ini melakukan praktik kegiatan English for Children (EFC) di beberapa Sekolah Dasar Kota Magelang. EFC in Practice merupakan salah satu matakuliah pilihan yang bisa diambil oleh mahasiswa semester 6 yang berisi praktik mengajar bagi anak-anak. Sebelumnya mahasiswa telah dibekali oleh teori yang didapat dari semester 4, ketika mulai memutuskan satu matakuliah pilihan. Tahun Ajaran 2016/2017 ini EFC in Practice menggandeng 16 sekolah mitra, masing-masing sekolah dititipkan sejumlah 5 – 6 mahasiswa PBI. Dalam program ini mahasiswa diajak untuk memberikan materi bahasa Inggris yang telah disesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di sekolah masing-masing.

“Sebenarnya maksud adanya EFC in Practice ingin membagikan pengalaman bagi para mahasiswa. Bisa pula dipakai untuk mempersiapkan diri atau latihan sebelum matakuliah Praktik Kerja Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dari hal ini mahasiswa juga bisa menilai bahwa mengajar anak-anak tidak semudah yang dibayangkan, karena meng-handle anak lebih susah daripada meng-handle orang dewasa,” ungkap Endah Ratnaningsih, M.Pd. selaku dosen pengampu matakuliah EFC in Practice sekaligus dosen pamong untuk SD Tidar 1. Dirinya menambahkan bahwa terkadang suasana dalam kelas bisa di luar perkiraan, misalnya ada anak yang tiba-tiba menangis. Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk dapat memanajemen kelas. Mahasiswa juga harus pintar mengatur waktu serta pintar memilih aktivitas untuk menyampaikan materi secara lengkap dengan waktu yang terbatas.

Di lain sisi, salah satu mahasiswa peserta EFC in Practise Putra Ramadhan sangat antusias menceritakan pengalamannya terjun ke SD Rejowinangun Selatan 1. “Meskipun baru memiliki kesempatan dua kali mengajar di SD namun tantangannya sudah sangat terasa. Ternyata mengajar anak-anak dituntut memiliki kesabaran yang tinggi apalagi di kelas besar. Selain itu menjadi guru SD juga harus bisa mengayomi, memberikan rasa nyaman kepada anak-anak,” katanya. Ramadhan menyampaikan bahwa sebelumnya sudah pernah mengajar anak kecil meskipun hanya les privat. Setidaknya ini bukan pertama kalinya dia mengajar sehingga rasa nervous bisa dikendalikan, tidak seperti teman lain yang merasa sangat nervous ketika harus mengajar di depan kelas.

Sebelum mengajar Ramadhan selalu mempersiapkan materi terlebih dahulu, “Alhamdullilah kalau materi saya selalu good prepare, materinya tentang weather and season untuk anak SD di bangku kelas 5 dengan media pembelajaran yakni media gambar.” Saat ditanya kesannya mengikuti program ini dirinya mengatakan, “Untuk menjadi seorang guru itu pengalaman memang penting, tapi cara mengajar itu lebih penting.” (TP)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY