FKIP Ikuti TUDC (Tidar University Debating Championship)

0
232

FKIP-UNTIDAR (22/3). Debat menjadi salah satu kebutuhan di bidang akademik. Pentingnya debat sebagai bagian dari akademik karena tuntutan kompetensi untuk menguasai pengetahuan secara global. Melalui debat, mahasiswa dapat mengungkapkan gagasannya dan melatih kemampuan berargumentasi dalam skala internasional. Oleh karena itu, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untidar mengikuti ajang Tidar University Debating Championship (TUDC) yang dilaksanakan 18-19 Maret 2017. Acara ini diselenggarakan di ruang multimedia Universitas Tidar.

Kegiatan TUDC yang bertujuan menyeleksi debater yang akan dikirim menuju National University Debating Championship (NUDC) tingkat kopertis VI ini, diikuti oleh 16 tim dari 5 fakultas. FKIP Untidar mengirimkan 4 timnya yang terdiri atas 2 tim dari Prodi PBSI dan 2 tim dari Prodi PBI. Kegiatan TUDC yang diketuai dan dikoordinatori oleh Moch. Malik Al Firdaus ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama yang digelar 18 Maret 2017 berupa seminar tentang debat dengan model British Parliamentary dan tips-tips debat yang disampaikan oleh adjudicator tingkat nasional Haikal Muhammad. Sesi kedua pada 19 Maret 2017 yakni debat 3 babak penyisihan sekaligus final.

TUDC ini dimenangi oleh tim dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris A, Yusuf Yulianto dan Novia Indri Susanti. Keduanya merupakan 10 Best Speakers TUDC yang dikarantina di Untidar untuk dipilih kembali dan dikirim ke National University Debating Championship (NUDC). Novia mewakili timnya, menuturkan “Bersyukur serta pastinya senang karena telah berhasil menjuarai kompetisi ini. Namun, yang lebih penting senang karena dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan cara berpikir kritis serta logis.” Novia yang masih semester 2 ini pun menyampaikan kesannya bahwa Untidar yang baru berusia 3 tahun ini dapat bersaing dengan universitas-universitas lainnya baik dalam kompetisi debat maupun bidang lainnya. (WL)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY