Literary Day #2: Pentas Transformasi karya Sastra Mahasiswa Semester 4 PBI, FKIP UNTIDAR

0
52

Transformasi adalah salah satu bentuk apresiasi karya sastra yang melibatkan perubahan yang cukup dramatis pada teks untuk memunculkan sesuatu yang baru.  Ketika sebuah karya ditransformasikan ia membuka ruang kemungkinan eksplorasi yang kompleks  karena melibatkan bentuk dan media yang berbeda. Transformasi tampaknya merupakan jurus favorit dalam mengapresiasi sastra Munculnya banyak film kekinian di bioskop yang merupakan adaptasi novel Best Sellers, FTV yang diadaptasi dari puisi, dan sebagainya menegaskan klaim tersebut. Transformasi bentuk lain yaitu pentas drama dari novel dikemas apik dalam sebuah gelaran Literary Day #2: A Day to Remember, Kamis 26 Juli 2018 di Auditorium UNTIDAR.

Pada kesempatan tersebut 4 judul pementasan drama berbahasa Inggris yaitu Sunshine Becomes You, Harry Potter and the Half Blood Princess, Milea, dan Love Will Find a Way yang merupakan hasil transformasi dari 4 judul novel yang berbeda dipentaskan secara berurutan oleh mahasiswa semester 4 PBI FKIP yang menempuh mata kuliah Literary Appreciation. Penonton terlihat memadati tikar-tikar yang digelar sejak pagi. Bapak dan Ibu dosen UNTIDAR juga tampak menikmati rangkaian pementasan. Sesekali tepuk tangan antusias bergemuruh menandai satu judul pementasan berakhir. Pergantian judul pementasan diisi oleh hiburan atraktif yang dipersembahkan oleh mahasiswa.

Menanggapi kegiatan yang digagas oleh Ali Imron, M.Hum dan telah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut sejak 2015, Dosen PBI FKIP yang juga adalah pengampu mata kuliah Literary Appreciation tersebut mengatakan bahwa ia sangat bangga dengan usaha yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam mewujudkan sebuah pementasan transformasi karya sastra yang tentu saja membutuhkan fokus dan usaha yang tidak ringan.

Winda Candra Hantari, M.A yang juga mengampu mata kuliah tersebut menambahkan “Harapan kami dengan adanya acara seperti Literary Day #2: A Day to Remember, mahasiswa terutama dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang telah menempuh mata kuliah Literary Appreciation mampu menangkap esensi transformasi sastra serta mampu mengapresiasi sastra melalui karya yang lahir dari proses mereka sendiri, sekaligus mempraktikkannya. Semoga geliat bersastra di kampus UNTIDAR semakin intens”. (WD)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY