Mahasiswa PBI Lebarkan Langkah – Ikuti Seminar Internasional Cosmopolitism

0
555

10 Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar melebarkan sayap mengikuti seminar intenasional bertajuk “Reviving Benedict Anderson: Imagined (Cosmopolitan) Communities, pada 13-14 Januari 2017, di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, yang digelar oleh Lembaga Studi Realino. Seminar yang mengahdirkan pembicara dari Indonesia, Thailand, Filipina, dan Singapura ini diikuti masyarakat umum, baik dari kalangan akademisi, masyarakat sipil, maupun non pemerintah.

Zaqy Mubarok, salah satu mahasiswa semester tiga PBI yang mengikuti seminar ini menuturkan, bahwa dirinya ingin sekali merasakan menjadi peserta seminar internasional karena belum pernah ikut, ditambah seminar ini free tidak dipungut biaya apapun, “Kaget banget karena menjadi peserta yang paling muda sendiri, padahal terbuka untuk umum.” Begitu juga dengan Axel Alessandro, meskipun baru pertama kali mengikuti seminar internasional dirinya tidak merasa malu “Terkesan sekali dan malah merasa kekinian lho, peserta seminar kebanyakan mahasiswa S2, sedangkan saya masih S1, makanya perasaannya senang sekali karena bisa menambah relasi foreigner.”

Seminar tersebut membahas riwayat hidup dan pemikiran Ben Anderson, ilmuwan progresif dan figur besar dalam ilmu-ilmu sosial kontemporer, serta membahasa kata-kata atau pernyataan Ben yang diperlukan dalam berpikir, serta membayangkan masyarakat kosmopolitan di luar kehadiran duniawinya. Secara keseluruhan seminar ini mengedepankan konsep bahwa cosmopolitan menjelaskan mengenai identitas diri sebagai manusia untuk saling berkontribusi atau saling tolong menolong tanpa harus memandang ras, suku, agama, dan tempat tinggal asal. “Ternyata banyak hal yang dipelajari bahwa cosmopolitan memiliki tiga identitas, pertama self identity yang berarti idestitas budaya dan agama, kedua national identity yakni identitas di Indonesia, dan ketiga regional identity artinya identitas kita yang tinggal sebagai warga ASEAN” tutur Zaqy.

Terakhir para mahasiswa merasa antusias untuk selalu bisa mengikuti seminar-seminar internasional yang diadakan di dalam negeri “Ternyata atmosfernya beda dengan seminar nasional, merasa lebih keren, jadi pingin terus ikutan dan akan terus mencari pengalaman. Pesertanya saja banyak yang dari luar seperti University of Philippines Diliman, Kyoto University, University of the Philippines, dan University of Bucharest ” ungkap Zaqy mengakhiri.

 

 

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY