Mata Kuliah Drama Pentas PBSI Untidar: Pembelajaran Outdoor Tingkat Mencipta

0
304

Petang sekitar pukul 18.30 WIB mahasiswa semester IV Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar berkumpul di Lantai 4 Gedung Fakultas Ekonomi Untidar. Beberapa mahasiswa tampak melakukan latihan fisik dan pernapasan. Hal itu dilakukan sebagai rangkaian mata kuliah Drama Pentas yang mereka ambil semester ini.

“Kami melakukan latihan pernapasan, fisik, vokal, dan ekspresi di luar kelas. Sebelumnya, pertemuan satu sampai dengan tiga dilakukan pembelajaran teori di kelas. Pembelajaan teori meliputi hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk mementaskan drama,” kata Dwi Raharjo, Mahasiswa Semester IV PBSI Untidar yang mengambil mata kuliah Drama Pentas.

“Pada pementasan drama ini, setiap mahasiswa kami beri dua tugas. Tugas pertama mengelola produksi dan kedua sebagai pemain drama. Jadi, setiap mahasiswa memiliki dua tanggung jawab, yaitu mempersiapkan produksi seperti naskah, kostum, dan panggung. Lalu, mereka juga menjadi pemain drama. Hanya pimpinan produksi dan bagian tata rias yang tidak diperkenankan tampil sebagai pemain drama,” tutur Imam Baihaqi, M.A., Dosen PBSI FKIP Untidar pengampu mata kuliah Drama Pentas Kelas B dan C.

“Setiap kelas memiliki dua penanggung jawab, yaitu pimpro (pimpinan produksi) yang bertanggung jawab mempersiapkan pementasan drama dan sutradara yang bertanggung jawab terhadap jalannya pementasan,” tambah Dwi Raharjo, Pimpro Kelas C. Sementara itu, Sukhumaela Wahyuningrum bertindak sebagai sutradara drama kelas C. Atif Solehudin bertindak sebagai pimpro kelas B, sedangkan Ulfa Baroroh sebagai sutradaranya.

“Tugas sutradara adalah mengonsep pementasan drama, sedangkan pimpro bertanggung jawab terhadap produksi drama, seperti pencarian spronsor, kostum untuk pementasan, dan property yang dibutuhkan,” tutur Sukhumaela.

“Mata kuliah Drama Pentas merupakan pembelajaran tahap mencipta. Mahasiswa harus dituntut untuk praktik menyiapkan dan menampilkan sebuah drama. Oleh karena itu, mata kuliah ini harus ditunjang dengan latihan-latihan sehingga perkuliahan dilakukan lebih dari 16 kali pertemuan. Mahasiwa harus menguasai dasar-dasar pementasan, mempersiapkan naskah, reading, dan latihan sebelum pentas di panggung,” tambah Imam Baihaqi, M.A. Dengan praktik, mahasiswa tidak hanya menguasai teori. Akan tetapi setiap mahasiswa memiliki pengalaman. Saat ini, persiapan pementasan drama telah sampai pada tahap reading yaitu pembacaan naskah oleh para pemain. Rencananya pementasan drama akan dilakukan setelah Ujian Akhir Semester Genap 2016/2017, Juli 2017 mendatang. (WJ)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY