Proposal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen FKIP Lolos Pendanaan DIPA Untidar

2
244

FKIP-UNTIDAR (27/4). Setelah lama ditunggu, akhirnya sebanyak 25 proposal penelitian dan 18 proposal pengabdian kepada masyarakat yang diajukan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan lolos pembiayaan DIPA Universitas Tidar Tahun Anggaran 2017. Hal ini didasarkan pada Surat Keputusan Rektor Universitas Tidar Nomor: 095/UN57/LT/2017 Tanggal 30 Maret 2017. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan merupakan fakultas yang menerima pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak di antara fakultas lainnya. Ini sebagai salah satu bukti bahwa dosen di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar memiliki komitmen tinggi  dalam mewujudkan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Sebelum akhirnya lolos pendanaan, sejumlah proposal penelitian dan pengabdian ini diseleksi oleh tim reviewer dari LPPM-PMP Universitas Tidar. Untuk mengawali pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, tanggal 25 April 2017 digelar bimbingan teknis di gedung Fakultas Teknik. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberi pengarahan terkait bagaimana pelaksanaan dan pelaporan hasil penelitian dan pengabdian.

Fifit Firmadani, M.Pd. salah satu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untidar menuturkan bahwa “Dosen-dosen di lingkungan Universitas Tidar, khususnya FKIP lebih semangat lagi untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian selain pengajaran karena hal ini sebagai wujud tridharma perguruan tinggi. Tentunya ini perlu selalu didukung oleh universitas baik dukungan secara moril maupun material agar para dosen lebih bergairah dalam melaksanakan tridharma ini.” (WL)

Bagikan :

2 COMMENTS

  1. Saya mau mengajukan penelitian di SMP daerah saya di kabupaten magelang tapi kepala sekolah tersebut minta surat rekomendasi dari dinas pendidikan kabupaten magelang. Sedangkan dari kampus hanya diberi surah permohonan penelitian kesekolah yang dituju. Lantas apa yang harus saya lakukan?

LEAVE A REPLY