Seluruh Dosen dan Tendik FKIP Ikuti RKA 2018 di Salatiga

0
459

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Tidar mengadakan Rapat Kerja Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2018 di Hotel Grand Wahid, Salatiga pada 10 – 11 Maret 2017.

Acara ini dibuka oleh Dekan FKIP Untidar, Prof. Dr. Sukarno, M.si., dan diikuti paparan kebijakan keuangan tahun 2017 yang disampaikan secara langsung oleh Drs. Hery Suroso, S.T., M.T., Wakil Rektor II Untidar (Bidang Umum dan Keuangan). “Acara ini merupakan bahan RKU (Rencana Kerja Universitas) sekitar awal April 2018 mendatang. Semua fakultas diharapkan mengadakan acara ini agar menghasilkan Perjanjian Kinerja 2018,” tutur Drs. Hery Suroso, S.T.,M.T.

“Mengingat Acara ini sangat penting, semua dosen serta tenaga kependidikan FKIP wajib hadir. Dosen dan tendik harus mengetahui program kerja 2017 dan ikut merumuskan rencana program kerja dan anggaran 2018,” kata Prof. Dr. Sukarno, M.Si. saat membuka acara.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari satu malam ini dipimpin oleh Wakil Dekan II FKIP Untidar (Bidang Umum dan Keuangan), Dr. Dwi Winarsih, M.Pd. Raker ini dibagi menjadi dua sesi utama yaitu Pemantapan Kegiatan FKIP Tahun 2017 dan Rencana Program Kerja serta Anggaran Tahun 2018.

Secara bergantian, Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Rangga Asmara, M.Pd., dan Koorprodi Pendidikan Bahasa Inggris, Malik Al Firdaus, M.Pd., mempresentasikan kegiatan tahun 2017 beserta anggraan dananya. “Penghitungan anggaran tiap-tiap prodi berdasarkan jumlah mahasiswa. Oleh karena itu, anggaran dana untuk PBI lebih besar daripada PBSI karena jumlah mahasiswa PBI lebih banyak daripada PBSI,” tutur Dr. Dwi Winarsih, M.Pd., saat memaparkan anggaran dana per kegiatan tahun 2017. Hasil dari kegiatan ini adalah proposal-proposal kegiatan tahun 2017.

Pada malam hari (10/3), acara dilanjutkan Paparan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2018. “Untuk tahun 2018, Berdasarkan POK (Petunjuk Operasional Kegiatan), anggaran dana FKIP naik 8,9%. Selain itu, FKIP juga mendapatkan BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) sebesar 20 juta rupiah yang digunakan untuk pengaaan sarana dan prasarana yang sifatnya mendesak,” kata Wadek II FKIP.

Pada akhir acara, Wadek II FKIP Untidar memaparkan rencana Perjanjian Kinerja Tahun 2018. Selain membahas seputar program kerja dan anggaran, acara yang dihadiri full-team FKIP ini juga membahas hal-hal penting perihal akademik maupun non-akademik di FKIP, seperti revitalisasi dosen wali dan pengajuan hibah. Secara garis besar, program kerja di FKIP diarahkan pada pencapaian prestasi mahasiswa. (WJ)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY