Unesa beri Kiat Melaju jadi Universitas Terpandang

0
498

Selasa, 14 Maret 2017 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Unesa menyambut kedatangan rombongan KKL FKIP Untidar. Hadir dalam acara pembukaan para dekan, wakil dekan, kajur, kaprodi, dan dosen baik dari FKIP Untidar maupun FBS Unesa. Menariknya, saat acara pembukan ada dua dosen secara spontan didapuk membaca puisi, Dr.Tengsoe Tjahjono, M.Pd. dari Unesa yang baru saja pulang dari Hankuk University of Foreign Studies Korea sebagai guru tamu dan Drs. Budiono, M.Pd. dari Untidar yang notabene keduanya adalah seorang sastrawan. Tak mau kalah, mahasiswa Untidar juga mempersembahkan tari gambyong untuk menyemarakkan suasana.

Unesa dipandang sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia yang sudah lebih senior dibandingkan dengan Untidar. Maka dari itu banyak hal yang dapat dipelajari untuk mengejar ketertinggalan Untidar sebagai kampus negeri. Unesa juga dipilih DIKTIĀ untuk mengawal dan mengembangkan budaya literasi serta dijadikan pusat kajian literasi. Dekan FBS Unesa, Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd. dalam sambutannya menceritakan bahwa Unesa sedang gencar melakukan pembenahan, salah satunya akan melahirkan fakultas baru yakni Fakultas Seni dan Industri Kreatif. Di lain sisi, FBS juga sedang merintis pendirian prodi baru yaitu Pendidikan Bahasa Madura yang pertama di dunia, Prodi Bahasa Arab dengan konsentrasi pengkajian terhadap sastra-sastra lama, Prodi Bahasa Korea, dan Prodi Pendidikan BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) yang akan melahirkan guru BIPA.

Pada kesempatan ini Bambang sangat mengapresiasi program KKL, “Kunjungan seperti ini bagus ya. Kita kedatangan lawan tanding sekaligus untuk menguji kekuatan akademis, tidak melulu hanya menjadi jago kandang saja.” Dirinya juga menyampaikan bahwa FBS Unesa khususnya prodi PBSI kerap menerima kunjungan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tingginya minat untuk berkunjung tersebut diprediksi dari sumber daya dosen yang bagus, bahwa prodi PBSI terdiri dari 67% doktor. Dari 33 jumlah dosen, ada 5 profesor, 21 doktor, dan sisanya adalah dosen baru, meskipun magister masih berstatus asisten dosen. “Sekarang ini kan eranya keteraturan, jadi semua kerja harus jelas arahnya. Perlu perencanaan yang baik dan terstruktur. Introspeksi juga perlu dilakukan dengan melihat kemampuan serta kebutuhan pasar. Sudah jelas harus inovatif dan bisa memunculkan sesuatu yang berbeda. Di samping itu, kerja harus ada prosedur yang standar, sesuai dengan SOP,” nasihatnya supaya Untidar bisa melaju menjadi universitas terkemuka di Indonesia.

Sebagai oleh-oleh, Unesa menghadiahkan buku rangkuman kegiatan yang sudah terlaksana baik pada bidang akademik, kemahasiswaan alumni, dan keuangan sarana prasarana. Harapannya untuk bisa dipelajari sebagai bahan pengembangan. Acara kunjungan ditutup dengan pertunjukan teater dari masing-masing universitas dan penyerahan cindera mata. Mahasiswa Untidar kemudian berpamitan untuk meneruskan perjalanan menuju Pulau Dewata dengan tak lupa mengucapkan terimakasih atas penyambutan yang baik. (TP)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY