Dosen FKIP Menjadi Narasumber dalam Pelatihan Pemuda Pelopor Disporapar

0
55

Selasa 31 Mei 2022 merupakan hari terkahir dari pelatihan pemuda pelopor yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 2 hari, yaitu dari hari senin sampai selasa, 30-31 Mei 2022 di aula Disporapar lantai 2 Jalan Diponegoro No 33 Kota Magelang. Peserta pelatihan tersebut adalah perwakilan pemuda yang aktif dalam kegiatan kepemudaan dari setiap wilayah yang ada di kota Magelang. Narasumber yang memberikan materi adalah Imam Baihaqi, M.A. Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr. Agus Suprapto, M.P. Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian, dan Xander Salahudin, M.Eng. Dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tidar.

Untitled1

Susilo Handoyo, S. Sen. Selaku Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar menyampaikan bahwa peserta dipilih perwakilan setiap daerah yang ada di Kota Magelang. “Kami juga sudah menyosialisasikan pelatihan ini kepada kelurahan yang untuk mengirimkan beberapa perwakilan pemuda yang ikut dalam pelatihan pemuda pelopor ini. Antusiasme dari tiap kelurahan bagus, karena sudah mengirimkan perwakilannya. Harapannya ke depan dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan gambaran terkait denga napa saja yang harus disiapkan dalam ajang pemilihan pemuda pelopor baik tingkat daerah maupun nasional. Tahun lalu perwakilan dari kota Magelang juga ada yang menjadi Duta Pemuda di Jawa Tengah dan kami sangat bangga dengan adanya hal tersebut” tuturnya saat berbincang dengan narasumber.

Untitled3

Imam Baihaqi, M.A. selaku Narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan materi terkait dengan potensi pemuda di bidang agama dan Pendidikan untuk dapat diangkat dalam ajang pemilihan pemuda pelopor tahun 2022. “Kepeloporan Pemuda adalah akumulasi dari semangat pemuda dalam mengembangkan potensi diri guna merintis jalan melakukan terobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan keluar atas berbagai masalah yang dilandasi sikap dan jiwa kesukarelawanan, tanggung jawab dan kepedulian untuk menciptakan sesuatu dan/ atau mengubah gagasan pemikiran, tindakan, dan perilaku menjadi suatu karya nyata yang berkualitas dan dilaksanakan secara konsisten dan gigih dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat serta diakui oleh berbagai pihak dan pemerintah. Intinya untuk dapat menjadi pemuda pelopor kita harus mempunyai karya, inovasi, konsistensi, serta mendapatkan rekognisi atau pengakuan dari masyarakat dan pemerintah. Saya berharap setelah mendapatkan pelatihan ini para pemuda dapat menyiapkan segala seseatu yang dibutuhkan dalam ajang kompetisi pemuda pelopor tahun 2022” tuturnya saat menyampaikan materi.

Be Sociable, Share!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY