Imam Baihaqi, M.A. Dosen PBSI FKIP menjadi Narasumber Kuliah Umum di USSH Vietnam

0
74

Kamis, 9 Juni 2022 telah digelar Kuliah Umum di University of Social Sciences and Humanities (USSH), Vietnam National University Ho Chi Minh City. Acara tersebut terselenggara atas kerja sama dari Universitas Tidar, Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI), dan University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University Ho Chi Minh City (USSH Vietnam). Acara berlangsung dengan lancar selama 3 jam yang dimulai pukul 1:00 pm sampai 4:00 pm Vietnam time. Peserta kegiatan tersebut adalah Dosen, Mahasiswa Magang Internasional, Guru BIPA, serta mahasiswa dari USSH Vietnam. Sedangkan narasumber dalam acara tersebut adalah Imam Baihaqi, M.A. yang merupakan dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar.

Untitled1

Imam Baihaqi, M.A. dalam kesempatannya menjadi narasumber memberikan materi dengan tema “Symbolic Meaning in Indonesian Traditional Games”. Ia menyampaikan bahwa pentingnya melestarikan permainan tradisional karena di dalamnya sarat akan nilai-nilai dan makna simbolik tertentu. Melalui permainan tradisional nilai-luhur dalam sebuah bangsa dapat disisipkan serta dikembangkan. “Di era modern seperti sekarang ini, sebuah permainan –baik permainan anak-anak, remaja, maupun dewasa– mulai bergeser ke arah permainan online yang semakin banyak digemari. Munculnya ponsel pintar dengan berbagai fitur game yang sangat banyak, membuat popularitas dolanan tradisional yang dahulu sering dimainkan di desa menjadi tergeser”. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa salah satu permainan tradisional yang sarat akan makna simbolik adalah jamuran, engklek, dan cublak cublak suweng. “Makna simbolik yang terdapat dalam dolanan tradisional cublak cublak suweng ini adalah agar kita dapat menemukan harta yang sesunggnya yang tersimpan di suatu tempat. Harta tersebut sesungguhnya bukan emas, permata, bukan juga one piece serta umumnya tidak jauh dari diri kita. Karena kadang manusia selalu mencari sesuatu yang jauh dari dirinya sendiri dan terjebak pada harta semu. Secara sederhana misal kita dapat memaknai harta yang paling berharga adalah keluarga, sahabat, orang-orang yang perhatian dan mencintai kita secara tulus bukan “bulus” yang notabenenya mereka berada dekat dengan kita. Jika kita salah salam menemukan harta sejati, maka kita akan mendapat harta semu yang diibaratkan “dele kopong” tuturnya saat menyampaikan materi Kuliah Umum di USSH Vietnam.

Untitled3

Wati Istanti, M.Pd. selaku pegiat BIPA, pengajar BIPA dan juga berada dalam divisi kerja sama ADOBSI yang juga ikut dalam kuliah umum tersebut menyampaikan bahwa materi yang disampaikan pak Imam bagus, kreatif serta inovatif. Bahkan saat ada kendala dalam kuliah umum tersebut beliau mampu melakukan inovasi dan improvisasi serta dapat menyampaikan materi selama 3 jam nonstop dengan keaktivan dari para peserta yang antusias dalam mengikuti materi karena disertai dengan simulasi dan game. “sip…kreatif mas. Mas Imam tadi lancar jaya kok mbakyu, aku juga nyimak tadi sambil leyeh-leyeh terus kasih closing dikit. Kreatif. Good job. Ibaratnya: Dhalang tidak bakalan kehabisan ide cerita “tuturnya saat berkomunikasi dengan Dr. Ari Kusmiatun, M.Pd. yang juga sebagai divisi kerja sama ADOBSI.

Untitled4

Dr. Farikah, M.Pd selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan juga menyampaikan selamat atas berlangsungnya kegiatan Kuliah Umum di USSH Vietnam dengan lancar tanpa halangan yang berarti. “Selamat mas, Alhamdulillah sipz lancar”. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus sebagai salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk memnuhi Indikator Kinerja Utama 5 Hasil Kerja Dosen yang Digunakan oleh Masyarakat atau Mendapatkan Rekognisi Internasional. Kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi individu, instansi, serta masyarakat.

Be Sociable, Share!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY