Keikutsertaan Mahasiswa FKIP UNTIDAR Dalam Program SEA-TVET dan SEA-TEACHER

0
387

Kembali mahasiswa FKIP menunjukkan prestasinya di skala internasional. Masing-masing dua mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP UNTIDAR mengikuti program SEA-TVET dan SEA-TEACHER yang diselenggarakan oleh South Asean Minister Education Organization (SEAMEO). Sebelum terpilih mahasiswa perwakilan, seleksi internal dilakukan untuk menjaring mahasiswa berkompetensi yang meliputi seleksi IPK dan wawancara. Seleksi wawancara merupakan tahap seleksi yang paling penting karena melalui wawancara akan diketahui motivasi, pengalaman, dan kesiapan mahasiswa ke luar negeri.

SEA-TVET merupakan program yang pertama kali diikuti oleh FKIP. Dua mahasiswa FKIP yang berhasil mengikuti program SEA-TVET adalah Novia Indri Susanti (PBI semester V) dan Via Annisa (PBI semester V) dengan negara tujuan Filipina. Di negara Filipina, Novia dan Via Annisa diterima di Iloilo Science and Technology University (ISAT-U) dan tinggal di dormitory. Selama 28 hari di Filipina (15 Januari – 11 Februari 2019) mahasiswa akan melaksanakan pengalaman magang  English For Hospitality dan pertukaran budaya negara Asia Tenggara.

Sementara itu, 2 mahasiswa lain atas nama Ariani Nur Fitria (PBI semester V) dan Yuliana Dewi (PBI semester V) berkesempatan mengikuti program SEA-TEACHER dengan negara tujuan Thailand. Di Thailand, kedua mahasiswa diterima di Valaya Alongkorn Rajabaht University (VRU). SEA-TEACHER merupakan program pengalaman praktik mengajar mahasiswa prodi kependidikan ke seluruh universitas kependidikan di Asia Tenggara. Selama di Thailand dari tanggal 7 Januari-4 Februari 2019, Ariani akan melakukan praktik mengajar di Watpangiw School dan Yuliana akan melakukan praktik mengajar di Chiengraknoi School. Selama praktik mengajar, Ariani dan Yuliani mempunyai tugas diantaranya melakukan orientasi dan observasi sekolah yang dituju, melakukan praktik mengajar, melakukan evaluasi dan refleksi pengajaran, dan di akhir sesi mahasiswa membuat laporan dalam bentuk blog.

Sebelum berangkat ke negara tujuan, mahasiswa yang terpilih mengikuti program SEA-TVET dan SEA-TEACHER berpamitan dengan dekan beserta pejabat struktural FKIP, rektor dan wakil rektor. Kepada mahasiswa rektor UNTIDAR berpesan agar mahasiswa dapat memberikan yang terbaik serta mengharumkan nama Indonesia pada umumnya dan UNTIDAR khususnya serta memperkenalkan tradisi dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia dan dapat mengambil pembelajaran dari kegiatan yang dilaksanakan terlebih dapat menerapkan serta mendiseminasikannya di Indonesia.

“Harapannya dengan program SEA-TEACHER dapat lebih mematangkan kompetensi secara pedagogik dan akademik yang nantinya bisa dibagikan, memotivasi  mahasiswa lain untuk mengikuti program serupa atau lainnya dalam skala internasional. Selain itu mahasiswa terpilih merupakan mahasiswa yang mempunyai tanggung jawab mengeksplor potensi yang dimiliki sehingga mampu membawa nama baik Indonesia dan UNTIDAR di kancah internasional” tutur Retma Sari, M. Pd., selaku koordinator program SEA-TEACHER 2019.

“Senang bisa mengikuti SEA-TVET di Filipina. Bisa dapat pengalaman baru. Kita juga bisa mempelajari budaya dan kebiasaan orang-orang Filipina. Kita belajar tarian, nyanyian, bahkan kita belajar memasak makanan asli Filipina bersama dengan siswa-siswa disini. Banyak hal yang saya lakukan disini, di Filipina terutama di Iloilo. Kegiatan yang paling menonjol adalah festival. Hampir setiap bulan selalu ada festival. Menyenangkan bisa datang kesini dan belajar disini. Untuk adik-adik yang nanti akan kesini jangan lupa bawa obat-obatan pribadi dan jaga kesehatan tubuh. Karena setiap hari ada kegiatan, entah itu kegiatan di sekolah atau di luar sekolah. Makanan disini semuanya asin dan masam, saya kurang suka makanan di sini. Kalau bisa, jangan lupa bawa sambal karena di sini tidak ada makanan pedas” tutur Via Annisa pada saat diwawancarai. (RI)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY