PENGUATAN KPK (KETAHANAN PANGAN KELUARGA) PADA MASA PANDEMI DI DESA SALAMKANCI

0
114

Kegiatan Penguatan KPK (Ketahanan Pangan Keluarga) Pada Masa Pandemi Di Desa Salamkanci merupakan salah satu Program Kemitraan Masyarakat Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Tidar yang dilaksanakan oleh Megita Dwi Pamungkas, M.Pd. (Pendidikan Matematika), Rina Rahayu, M.Pd. (Pendidikan IPA), dan Fadhilah Rahmawati, M.Pd. (Pendidikan Matematika) serta dibantu oleh 2 orang mahasiswa yaitu Bagas Ardiyanto dan Rista Nur Eka Budiyani. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 6 bulan yang dimulai dari 1) kegiatan survei awal,  2) sosialisasi tentang keberadaan kebun bibit yang ada dan fungsi kebun bibit serta manfaat kebun bibit tersebut; 3) penyuluhan tentang ketahanan pangan keluarga (KPK) dan strategi untuk penguatan KPK; 4) motivasi dan pelatihan budidaya tanaman holtikultura, dan 5) pemberian bibit kepada peserta, dan kegiatan terakhir yaitu melakukan evaluasi kebermanfaatan.

Sebelum melaksanakan kegiatan, tim pengabdian menyusun bahan/materi sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan di sekitar bulan Juli – Agustus 2021. Rincian agenda dalam kegiatan tersebut adalah sebagai berikut. Pada hari pertama, 26 Agustus 2021 tim melakukan sosialisasi tentang kegiatan PKM, Sosialisasi dilaksanakan di Rumah Ketua RT 03 RW 01 Dukuh Salam Desa Salamkanci yang di hadiri oleh para Ibu-ibu PKK dan remaja RT 03 RW 01 Dukuh Salam Desa Salamkanci. Para Ibu-ibu dan remaja sangat antusias ketika pelaksanaan kegiatan sosialisasi berlangsung. Pada hari pertama, Bapak Megita Dwi Pamungkas, M.Pd. selaku pemateri membuka kegiatan ini dan memberikan informasi kepada Bapak/Ibu Guru bahwa program ini merupakan salah satu program kemitraan masyarakat untuk menjalankan salah satu Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat yang salah satunya adalah memberikan pelatihan tentang Penguatan KPK (Ketahanan Pangan Keluarga) Pada Masa Pandemi Di Desa Salamkanci dengan harapan pengalaman dari kegiatan yang akan dilakukan ini dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga yaitu dengan menanam sendiri berbagai jenis tanaman yang merupakan kebutuhan pangan sehari-hari.

WhatsApp Image 2021-10-20 at 20.34.22Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi

Pada hari kedua, Minggu, 29 Agustus 2021 kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan tentang ketahanan pangan keluarga (KPK) dan strategi untuk penguatan KPK. Pada materi tersebut dibahas tentang pangan, ketahanan pangan, dan bagaimana ketahanan pangan pada masa pandemi. Kebutuhan pangan keluarga tidak bisa diabaikan dalam kehidupan sehari-hari terutama di masa pandemi. Selain bahan makanan pokok yaitu nasi yang dihasilkan dari padi, ada berbagai jenis bahan kebutuhan yang sebenarnya bisa dipenuhi sendiri oleh keluarga seperti sayuran, buah dan TOGA. Kegiatan berlangsung dengan baik, para peserta mengikuti kegiatan dengan seksama.

WhatsApp Image 2021-10-20 at 20.34.22(1)Gambar 2. Pelaksanaan kegiatan Penyuluhan

Kemudian, pada hari ketiga, Minggu, 05 September 2021 kegiatan dilanjutkan dengan pemberian bibit tanaman sayuran dan buah-buahan kepada peserta yang selanjutnya adalah mempraktekkan menanam bersama secara simbolis. Penanaman kemudian secara berkelanjutan dilakukan di pekarangan masing-masing.

WhatsApp Image 2021-10-20 at 20.34.22(2)Gambar 3. Pelaksanaan kegiatan hari Ketiga dengan pemberian bibit

Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan memonitoring dan mengevaluasi kebermanfaatan dari penanaman bibit yang telah dilakukan masing-masing peserta. Tim pengabdian bersama peserta melihat tanaman yang sudah tumbuh di salah satu lahan pekarangan.

WhatsApp Image 2021-10-20 at 20.34.23Gambar 4. Pelaksanaan kegiatan evaluasi

Hasil dari kegiatan ini adalah warga memahami dan memiliki kesadaran maupun ketrampilan tentang ketahanan pangan keluarga dan budidaya holtikultura di lahan pekarangan pada masa pandemi. Berdasarkan temuan data-data pengabdian, dosen-dosen maupun guru dan pihak yang berkepentingan agar melakukan inovasi kegiatan pelatihan yang lain untuk menghadapi masa pendemi yang belum berakhir.

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY