Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister FKIP UNTIDAR Selenggarakan Kuliah Umum

0
96
Pembicara Kuliah Umum Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister FKIP UNTIDAR

Sabtu (21/11) bertempat di Hotel Atria Magelang, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister FKIP UNTIDAR menggelar kuliah umum bertajuk “Inovasi Pembelajaran dan Penelitian di Era Kenormalan Baru”. Acara diikuti oleh para dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister serta dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Kuliah umum ini khususnya kami peruntukkan bagi mahasiswa program magister,” begitu ujar Dr. Hari Wahyono, M.Pd. selaku Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister. “Tema acara yang kami pilih adalah bentuk respon terhadap kondisi dunia saat ini. Seperti kita tahu, baik pengajaran maupun penelitian bahasa Indonesia banyak mengalami kendala karena kondisi pandemi,” lanjut Hari Wahyono.

Acara ini mengundang narasumber Prof. Dr. Drs. Suhardi, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret. Pada sesi awal kuliah umum, Suhardi menyampaikan tentang inovasi yang bisa dilakukan pada penelitian bahasa dan sastra. Dasar dari inovasi yang dilakukan adalah berpikir kreatif. Melalui berpikir kreatif, peneliti bisa menghasilkan karya kreatif dan karya inovatif. “Karya kreatif bisa berupa cerpen, cerbung, dan lain-lain. Sedangkan karya inovatif adalah pembaharuan dari karya-karya yang sudah ada,” begitu Suhardi menjelaskan.

Sesi kedua dilanjutkan dengan materi oleh Muhammad Rohmadi. Rohmadi menekankan akan pentingnya memahami segala konteks pembelajaran karena dari situlah inovasi muncul. Dia lalu menekankan peran evaluasi diri sebagai salah satu kebutuhan untuk pengembangan diri. “Evaluasi diri diperlukan agar mampu melakukan lompatan teknologi,” begitu Rohmadi menyampaikan. “Dengan evaluasi diri, kita jadi tahu kondisi riil dan apa tindak lanjut yang harus kita lakukan,” lanjutnya.

Acara berjalan semarak sampai sesi terakhir berlangsung. Pada sesi tanya jawab, peserta terlihat bersemangat mengajukan pertanyaan. Salah satu peserta menanyakan tentang cara mencari topik penulisan tesis. Suhardi menjawab, pemilihan topik harus disesuaikan dengan kemampuan dan ketepatan waktu pengerjaan. Idealisme jangan terlalu dipaksakan, yang penting penulisan tesis bisa terselesaikan. (Muhammad Daniel)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY