Say No To Botol Minum Plastik

0
76

Menindaklanjuti intruksi Menristekdikti Nomor 1/M/Ins/2019 tentang Larangan Penggunaan Air Minum Berbahan Plastik Sekali Pakai dan/atau  Kantong Plastik di Lingkungan Kemenristek dan Dikti yang diteken 26/6 lalu, Universitas tidar menghimbau kepada mahasiswa untuk tidak membeli atau menggunakan air minum berkemasan plastik, termasuk  pada pengelola kantin Universitas Tidar untuk mengurangi penjualan minuman berkemasan plastik. Keterangan tersebut termuat dalam surat edaran no 80/UN57SE/2019 tentang Larangan Penggunaan Kemasan Plastik Sekali Pakai di Universitas Tidar.

Dirjen pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek dan Dikti, Ismunandar mengatakan, dengan diberlakukannya  intruksi Menristekdikti Nomor 1/M/Ins/2019 tersebut, semua unit di bawah kewenangan Kemenristek dan Dikti dilarang menggunakan kemasan plastik sekali pakai dalam kegiatan kampus. Seblumnya, larangan penggunaan plastik kemasan sekali pakai ini diawali oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Susi Pujiastuti, bahkan dalam kementrian KKP tersebut, terdapat sangsi terhadap pengguna kemasan plastik.

Kemasan plastik akhir-akhir ini disorot sebagai penyumbang sampah tak terurai terbesar di dunia. Hal tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan makhluk hidup. Hasil penelitian menemukan 80% sampah laut teridentifikasi berasal dari plastik. Menegaskan hasil penelitian tersebut, Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sampah plastik di Indonesia mencapai 6,4 juta ton/tahun. Mirisnya, sebanyak 3,2 juta ton sampah plastik itu tidak didaur ulang dan akhirnya menjadi sampah di laut. Bertambahnya volume sampah di laut mengakibatkan spesies langka dan dilindungi mati karena menelan sampah plastik. Jika sampah plastik ini tidak ditanggulangi, dapat dipastikan beragam makluk hidup akan punah. MW

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY