[:id]FKIP Jaring Kelompok Debat Terbaik dalam Pekan Keguruan FKIP 2017[:en]FETT Teacher’s Week 2017: Searching for Qualified Debate Teams through Debate Competition[:]

[:id]

Hiruk pikuk suara mahasiswa terdengar kencang memeriahkan gelaran Pekan Keguruan FKIP 2017. Tak terkecuali suara-suara mahasiswa yang sibuk berdebat hebat. Perdebatan mahasiswa ini secara sengaja digelar oleh panitia dan diwadahi daam ajang Kompetisi Debat yang berlangsung hari Senin-Selasa (22-23/5). Kompetisi diikuti oleh seluruh mahasiswa FKIP tanpa membedakan prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) ataupun Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). Kompetisi ini terbagi dalam dua hari, Senin (22/5) untuk lomba debat bahasa Indonesia yang diikuti oleh 24 tim dan Selasa (23/5) untuk lomba debat bahasa Inggris yang diikuti oleh 20 tim. Sebelum kompetisi debat berlangsung terlebih dahulu diadakan seminar yang berisi tentang gambaran jalannya kompetisi, gaya debat yang digunakan, serta penjelasan teknis dan nonteknis mengenai sistem debat.

Suasana kompetitif sangat terasa ketika pertandingan. Peserta tersulut semangatnya untuk menampilkan yang terbaik dan saling berjuang untuk merebut gelar juara. “Kompetisi ini sengaja digelar untuk mencari bibit-bibit unggul dari FKIP. Pemenang lomba debat bahasa Indonesia otomatis memiliki pengalaman yang bisa dijadikan bekal membimbing anak didiknya kelak untuk mengikuti kompetisi yang sama, sedangkan pemenang debat bahasa Inggris akan dikirim lomba ke tingkat universitas,” jelas Theresia Pinaka Ratna N.H., M.Pd. salah satu koordinator lomba debat. Debat bahasa Indonesia menggunakan gaya Asian Parliamentary System, satu tim terdiri dari 3 anggota kelompok. Sedangkan debat bahasa Inggris menggunakan gaya British Parliamentary System, satu tim tersiri dari 2 orang.

Dalam debat mengharuskan mahasiswa untuk berpikir tingkat tinggi, hal ini bertujuan untuk melatih siswa berpikir kritis, logis, dan runtut. Lomba ini sekaligus untuk melatih mahasiswa mengatasi rasa grogi saat berbicara di hadapan orang banyak. Yusuf salah satu mahasiswa PBI finalis debat bahasa Indonesia mengungkapkan, “Sangat berkesan ikut lomba debat ini, lawannya tangguh-tangguh, mosi yg dihadirkan juga sangat menantang. Very exited untuk tahu siapa pemenangnya.” Meskipun optimis meraih juara, dirinya tidak lantas meremehkan tim lawan karena merasa pesaingnya juga merupakan tim yang hebat. Sebagai informasi juara kompetisi debat akan diumumkan di puncak acara Pekan Keguruan FKIP 2017, Jumat (26/5) mendatang.[:en]

[FKIP – 27/05/2017] – Teacher’s Week 2017 held by Faculty of Education and Teacher’s Training (FETT) attracts the students’ attention.   Many students of FETT took part in Teacher’s Week 2017, including in Debate Competition. The Debate Competition was carried out in two days, May 22nd – May 23rd 2017.  Students from Indonesian Language and Literature Study Program (PBSI) and English Education Program (PBI) joined on the competition. The debate competition was devided into two sessions, the first day was for Indonesian Debate Competition and the second day was for English Debate Competition. There were total 24 teams for Indonesian Debate Competition and 20 teams for English Debate Competition.

Competitive ambience arouse intensely during the competition.  Each team tried to show their best and fight to be the winner. “This competition is deliberately held to search for qualified debate teams from FETT. This debate competition was carried out to encourage students to speak English; to bring about a higher proficiency of the language. This debate competition has managed to create learning situations in which students develop proficiencies based on sound educational and communication theories. Further, the winner of English Debate Competition will be sent to the University Debate Competition,” explained Theresia Pinaka Ratna N.H., M.Pd., one of the coordinator for Debate Competition.

In this debate competition, the orators were demanded to have higher thinking ability. They were expected to think critically, logically, and chronologically. Besides, this competition is also an opportunity for them to improve their speaking skill and how to deal with their nervousness when speaking infront of the public. Yusuf Yulianto, one of the Indonesian Debate Competition finalists from PBI, asserted that he was impressed joining this competition. “ The motions are very challenging, the competitors are great, and I’m very excited to find out who will be the winner in this competition.” explained him. (TP – NA)

[:]

[:id]Tea Pot, Hembusan Nafas Dalam Pekan Keguruan 2017[:]

[:id] 

Senin hingga Jumat (22-26/5) FKIP UNTIDAR menggelorakan semangat keguruan melalui agenda rutinnya yang bertajuk Pekan Keguruan FKIP UNTIDAR 2017 dengan tema “Peningkatan Keprofesionalan Guru Berkelanjutan”. Pekan Keguruan selaku salah satu agenda yang menjadi ciri dan identitas FKIP ini berisi serangkaian acara dengan fokus utama adalah keguruan, Ilmu Pendidikan, Pengajaran, dan bahasa Inggris dan Indonesia. Pada tahun ini, Pekan Keguruan menghelat aneka perlombaan dan seminar. Di antara perlombaan yang diadakan adalah Kompetisi Debat bahasa Indonesia dan Inggris, Best Practice antar mahasiswa FKIP UNTIDAR dan antar guru sekolah menengah tingkat Jawa Tengah, lomba Media Pembelajaran, dan lomba Esai Kependidikan. Sedangkan untuk seminar, kali ini FKIP menyajikan seminar regional juga Guest Lecturing and Academic Sharing.

Satu yang menarik dari serangkaian acara keguruan dan pendidikan yang disajikan, terdapat sebuah acara yang tampak sangat ramai dan menjadi pusat berkerumunnya mahasiswa dan peserta Pekan Keguruan. Acara yang dimaksud adalah Tea Pot, akronim dari Teachers Week’s Spot. Ali Imron M.Hum selaku penanggung jawab acara mengatakan bahwa Tea Pot memang direncanakan dan dibuat agar menjadi penjaga nafas Pekan Keguruan. Menyediakan panggung pentas dan panggung panjang bagi penonton, acara ini berisi penampilan dari mahasiswa seluruh angkatan di FKIP dengan tema keguruan. Mahasiswa boleh menyajikan seni dan sastra, tanya jawab, hingga tips-tips yang terkait keguruan dan pendidikan bahasa.

Selain itu, Tea Pot merupakan pusat administrasi pada Pekan Keguruan dengan salah satu program yang ditawarkan sekaligus diwajibkan bagi mahasiswa adalah presensi dengan cap dan tandatangan kehadiran sebanyak minimal 4 kali yang mewakili 4 hari berlangsungnya Pekan Keguruan.

Ali menambahkan bahwa penjagaan nafas yang dimaksud adalah selama berlangsungnya Pekan Keguruan mahasiswa maupun peserta dari luar FKIP ketika masuk ke kompleks FKIP akan dibuat benar-benar merasakan sedang berlangsungnya sebuah acara besar di FKIP mengingat masing-masing lomba dan seminar tersebar di ruang-ruang yang berbeda, khususnya di FKIP dan juga auditorium UNTIDAR. Sejalan dengan yang disampaikan Ali, Winda Candra H, M.A selaku ketua panitia Pekan Keguruan sangat mengapresiasi jalannya Tea Pot yang benar-benar tampak dipenuhi mahasiswa dan peserta di hari pertamanya. Selain itu, Dekan FKIP, Prof. Dr. Sukarno, M.Si., juga sangat mengapresiasi mengingat Sukarno memang menghendaki diadakannnya semacam pameran yang berbasis kegiatan, bukan lagi semata-mata produk. (AL)

[:]

[:id]Untidar Gelar Seminar dan Pelepasan Salah Satu Dosen FKIP Sebagai Anggota KORPRI[:en]UNTIDAR held regional seminar on KORPRI between UNTIDAR and UMM[:]

[:id]

Bertempat di gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unidar, Magelang, Jumat (5/5/2017) pukul 09.00 wib, diselenggrakan acara seminar regional Korps Pegawai Negeri (Korpri) sub unit Universitas Tidar (Untidar) dan Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM). Seminar regional  yang diselenggarakan setiap semester itu dihadiri sekitar 40 peserta terdiri atas dosen-dosen dari Untidar dan UMM.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. memberikan sambutan dalam acara tersebut. Beliau menyampaiakan bahwa, Korpri menjadi wadah untuk meningkatkan inovasi dan tukar-menukar ilmu. Diadakannya acara seminar rutin tersebut  diharapkan dapat memberi  kesempatan kepada seluruh anggota Korpri untuk mempresentasikan karya-karya ilmiah yang dihasilkan. Hal itu dapat membantu dalam memenuhi persyaratan kenaikan pangkat bagi anggota Korpri.

Setelah acara sambutan, dilanjutkan acara pelepasan salah satu anggota Korpri yaitu FX. Samingin, M.Hum. Beliau merupakan dosen FKIP yang telah purna tugas sejak tanggal 20 Februari 2017 yang lalu. Dalam kesempatan wawancara beliau menyampaikan kesan-kesannya selama menjadi anggta Korpri. “Anggota Korpri itu akrab, solidaritasnya bagus. Untidar (dulu UTM) dan UMM melakukan berbagai kegiatan seminar juga kegiatan olah raga. Banyak manfaat yang dirasakan melalui acara-acara yang diadakan, terutama membantu teman-teman mendapatkan tempat untuk mempresentasikan hasil penelitian,” kata Drs. FX. Samingin, M.Hum. yang telah menjabat sebagai sekretaris Korpri sub unit Magelang sejak sekitar tahun 1985.

Acara seminar dibagi menjadi dua sesi yang pertama adalah seminar utama dengan pembicara Dr. Farikah, M.Pd. yang menyampaikan materi berjudul “Teknik Penulisan Karya Ilmiah”. Selanjutnya sesi pararel yaitu presentasi oleh 25 dosen yang mengirimkan makalahnya. Makalah-makalah tersebut berasal dari 20 dari dosen Untidar dan 5 dari dosen UMM.

Hasil dari seluruh makalah yang telah dipresentasikan kemudian dibukukan menjadi prosiding. Disusunnya prosiding ini baru dilakukan pertama kali. Prosiding tersebut dipersembahkan untuk Drs. FX. Sammingin, M.Hum. sebagai kenang-kenangan dan bentuk penghomatan atas dedikasinya selama bertahun-tahun menjabat sebagai sekretaris dan sekaligus anggota  KORPRI. (DZ)

[:en]

Regional seminar on KORPRI (Indonesian Civil Servant Corps) sub unit Tidar University (UNTIDAR) and Muhammadiyah Magelang University (UMM) was held in Faculty of Social and Politic Science of Tidar university on Friday (5/5/2017) at 9.00 am. There were lecturers of UTIDAR and UMM who joined this regional seminar which is held every semester.

Rector of Tidar University, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., said that Korpri is a place to improve innovation and share knowledge. By this seminar which is held regularly is hoped able to give opportunity to all member of KORPRI to present their papers. It can help to fulfill requirement to increase level of functional position for all of members of KORPRI.

The next event is rehearsal ceremony for one of the lecturers in Faculty of Education and Teachers’ Training, FX. Samingin, who has completed his period in February 20th 2017. He said that all members KORPRI is friendly and has good solidarity. UNTIDAR and UMM are not only collaborate in holding Seminar, they also collaborate in sport event. Many benefits can be achieved in this events, especially it can helps others to presents their research paper,” said Drs. Fx. Samingin, M.Hum, who has been a secretary position in KORPRI sub unit Magelang since 1985.

This seminar is divided into two sessions; firstly the main seminar which is delivered by Dr. Farikah, M.Pd. with material entitled “teknik Penulisan Karya Ilmiah”. Next session is parallel session which presented by 25 lecturers, 20 lecturers from UNTIDAR and 5 lecturers from UMM, who have sent their papers previously.

They will publish proceeding for the first time that consists of papers that have been presented by lecturers. This proceeding is dedicated to Drs. FX. Samingin, M.Hum., as souvenirs and honor as his dedication as secretary and members of KORPRI for many years. (GF)

[:]

[:id]Lomba Media Pembelajaran Inspiratif Meriahkan Agenda Pekan Keguruan FKIP Untidar[:en]FETT : Inspiring Learning Media Competition in The Teachers’ Week of FETT Untidar[:]

[:id]

FKIP-UNTIDAR (22/05). Dalam Rangka Pekan Keguruan 22 Mei 2017, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar menggelar berbagai jenis perlombaaan. Prof. Dr. Sukarno, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan membuka agenda Pekan Keguruan Tahun 2017 di Gedung Auditorium Universitas Tidar. Salah satu lomba yang turut memeriahkan pekan keguruan ini adalah Lomba Media Pembelajaran Inspriratif. Lomba ini diikuti oleh 14 tim, 5 tim dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan 9 tim dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Para peserta lomba merupakan mahasiswa semester 2, 4, dan 6.

Saat pelaksanaan lomba, mahasiswa harus mempresentasikan media pembelajaran yang dibuat, seperti media berbasis digital, mock-up, alat peraga, maupun modul pembelajaran. Media yang dibuat merupakan karya orisinil mahasiswa yang belum pernah diikutkan dalam perlombaan sebelumnya. Media pembelajaran yang dibuat oleh mahasiswa juga harus mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar/Kompetensi Inti sesuai dengan jenjang pendidikan SD/SMP/SMA.

Koordinator Lomba Media Pembelajaran Inspiratif, Endah Ratnaningsih, M.Pd. mengatakan “Luaran dari lomba ini adalah mahasiswa dapat mengembangkan, menciptakan, dan berinovasi dalam membuat media pembelajaran.” Media-media pembelajaran yang dibuat oleh mahasiswa dalam lomba ini adalah Media Permainan Ular Tangga, Media Film dan Lagu, Modul Sinergitas Pengajaran Brainstorming, Media Kartu Wacana, Media Wayang, Media Pembelajaran Flying Pict, Media Pembelajaran Pop-Up Book, Media Pembelajaran Berbasis Android dan Game Edukasi, dan Media Pembelajaran Roulete. Dengan banyaknya media yang dihasilkan dari lomba ini semoga dapat menginspirasi mahasiswa calon guru bahkan guru-guru di Indonesia untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik, inovatif, dan inspiratif. (WL)

[:en]

FETT-UNTIDAR (22/05). Faculty of Education and Teachers’ Training of Tidar University held various types of competition in Teachers’ Week. Prof. Dr. Sukarno, M.Si., the Dean of the Faculty of Education and Teachers’ Training, opened the agenda of Teacher Week 2017 at the Auditorium Building of Tidar University. One of the competitions that enliven this event is the Inspiring Learning Media Competition. The competition was participated by 14 teams; 5 teams from Indonesian Language and Literature Education Study Program and 9 teams from English Education Study Program. The contestants are students of 2nd, 4th, and 6th semester.

During the competition, students must present instructional media, such as digital-based media, mock-up, and learning modules. Media created is the original work of students who have never been included in the previous race. Learning media created by the students should also refer to the Competency Standards and Basic Competencies / Core Competencies in accordance with the level of education of elementary / junior / high school.

Coordinator of Inspiring Learning Media Competition, Endah Ratnaningsih, M.Pd. said “The outcome of this competition is that students can develop, create, and innovate in making learning media.” Student’s learning media in this competition are Snake Ladder Game Media, Film and Song Media, Synergy Brainstorming Teaching Module, Media Card Discourse, Wayang Media, Flying Pict Learning Media, Pop-Up Book Learning Media, Android-Based Learning Media and Education Game, and Roulette Learning Media. Hopefully, this competition can inspire prospective teachers and even teachers in Indonesia to create an interesting, innovative, and inspirational learning media. (ER)

[:]

[:id]Mahasiswa FKIP Raih Prestasi dalam Lomba Kisah Inspiratif dan Debat Bertaraf Nasional[:en]FKIP Students Achieve Achievement in The Competition of Inspirational Stories and National Debate[:]

[:id]

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untidar berhasil meraih prestasi dalam ajang lomba menulis kisah inspiratif dan debat antarmahasiswa Bidikmisi  yang dilaksanakan pada tanggal 18-22  April 2017 di Universitas Pembangunan Pancabudi Medan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Permadani Diksi  (Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional) Wilayah I. Peserta lomba merupakan mahasiswa bidikmisi dari berbagai universitas di Indonesia. Beberapa diantaranya seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Pajajaran, IAIN Purwokerto,  Universitas Jambi, dan Universitas Tidar.

Riri Rubus yang merupakan mahasiswa semester 4  PBSI menulis kisah inspiratif dengan judul “Meniti Mimpi Bersama Bidikmisi”. Kisah yang ditulisnya berhasil meraih peringkat juara harapan satu setelah melalui beberapa tahapan seleksi. Tercatat ada 78 karya yang diterima panitia dan kemudian diseleksi menjadi 25 finalis. Para finalis termasuk Riri Rubus diundang ke Medan untuk mengikuti seleksi selanjutnya yaitu wawancara. “Sebelum tahap wawancara saya harus membuat video profil dan semacam esai tentang ide yang akan disumbangkan untuk Indonesia Emas 2045 kemudian dipresentasikan di depan juri,” jelas putri dari pasangan Tabrani dan Wigati.

Gadis kelaiharan Sragen 26 Juni 1990 itu menceritakan, “Saya mulai membuat kisah itu sekitar dua hari sebelum batas akhir pengiriman karya. Karena terdesak waktu justru membuat saya semangat menulis. Kisah yang saya tulis berdasarkan kisah nyata dari diri saya ketika berjuang mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Saya tulis saja hal-hal yang saya alami.”

Adapun tim lomba debat  terdiri atas tiga mahasiswa Untidar. Atif Solehudin dan Fatimah Kartika Ningrum, keduanya merupakan mahasiswa semester 4 PBSI, serta Tadjus Sobrin yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil. Mereka bertiga berhasil meraih peringkat 10 besar setelah mengirim esai berjudul  “Optimalisasi Peran Mahasiswa Bidikmisi dalam Pengalaman Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat.” Atif Solehudin, pria kelahiran Banjarnegara  4 Juli 1997 menjelaskan, “Perjuangan kami melalui beberapa tahapan. Tahap awal kami mengirim esai terlebih dahulu dan alhamduillah dinyatakan lolos masuk 20 besar finalis.

Putra pertama dari Bapak Mahudin itu menambahkan, “Kami bertanding dengan tim dari Universitas Sriwijaya dan lolos masuk 10 besar. Setelah itu, kami bertanding kembali dengan tim dari Universitas Sumatra Utara namun tidak sampai ke semi final. Debat ini dilakukan dengan sistem nilai bukan sistem gugur.”

Selamat dan sukses kepada para pemenang. Prestasi yang diraih akan menjadi inspirasi mahasiswa lainnya dan dapat meningkatkan eksistenisi Untidar di tingkat nasional. Dr. Farikah, M.Pd. selaku Pembina Mahasiswa Bidikmisi Untidar menyampaikan rasa bangga atas hasil yang diraih mahasiswa FKIP tersebut, “Saya bangga dan senang dengan keaktifan mahasiswa tersebut. Keikutsertaan mahasiswa di kancah nasional akan membuka wawasan mereka. Mereka akan lebih banyak menimba ilmu.” (DZ)

[:en]

Students of the Faculty Education and Teachers’ Training UNTIDAR succeeded in achieving the competition in writing inspirational stories and debates between Bidikmisi students held on April 18-22, 2017 at the University of Pembangunan Panca Budi, Medan. This competition is organized by the PERMADANI (National Students Association on Bidikmisi Receivers). The participants are students from various universities in Indonesia such as University of North Sumatra, University of Pajajaran, IAIN Purwokerto, University of Jambi, and Tidar University.

Riri Rubus, a fourth semester student of Indonesian Language and Literature Education Study Program of Tidar University, wrote an inspirational story entitled “Meniti Mimpi Bersama Bidikmisi.” The story that she wrote won the rank of hope one after going through several stages of selection. There were 78 works received by the committee and then selected into 25 finalists. The finalists including Riri Rubus were invited to Medan to follow the next selection of interviews. “Before the interview stage I have to create a video profile and a kind of essay on the idea that will be donated to Indonesia Gold 2045 then presented in front of the jury,” explained the daughter of the couple Tabrani and Wigati.

The girl that born in Sragen on June 26, 1990, recalled, “I began to make the story about two days before the deadline for the submission of the work. Because of the urgency of time, it makes me enthusiastic in writing. The story I wrote is based on the true story of myself while fighting for a Bidikmisi scholarship. I just write the things I’m experiencing. “

On the other hand, the debating competition team consisted of three students of Tidar University. Atif Solehudin and Fatimah Kartika Ningrum, both are students of fourth semester of Indonesian Language and Literature Education Study Program, and Tadjus Sobrin is a student of Civil Engineering Study Program. The three of them managed to reach the top 10 after sending an essay entitled “Optimization of Bidikmisi Student Role in Tri Dharma Experience of Higher Education through Community Service.” Atif Solehudin who was born in Banjarnegara on July 4, 1997 explained, “Our struggle through several stages. Our initial stage sent the essay first and alhamdulillah passed the entrance to the top 20 finalists.”
The first son of Mr. Mahudin added, “We competed with the team from Sriwijaya University and passed the top 10. After that, we played back with a team from the University of North Sumatra but did not get to the semi-finals. This debate is done with a value system rather than a knockout system. “

Congratulations and success to the winners. Achievements will be the inspiration of other students and can improve the existence of Tidar University at the national level. Dr. Farikah, M.Pd. as Bidikmisi Student Counselor conveyed a sense of pride in the results achieved by FKIP students, “I am proud and happy with the activeness of the students. Student participation in the national arena will open their horizons. They will gain more knowledge. “(ER)

[:]

[:id]Dosen PBSI Menjadi Pemakalah dalam Seminar Nasional di Universitas Negeri Malang[:en]FETT: Lecturer of PBSI Became Speaker in National Seminar at State University of Malang[:]

[:id]

Fifit Firmadani, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP mengikuti seminar nasional dengan tema “Transformasi Pendidikan Abad 21 untuk Mengembangkan Pendidikan Dasar Bermutu dan Berkarakter” pada hari Sabtu, 6 Mei 2017. Kegiatan itu diselenggarakan oleh  Pascasarjana Universitas Negeri Malang Peogram Studi Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Dasar  di Gedung Aula H3 Pascasarjana UM.

Seminar tersebut dihadiri oleh para dosen, pemerhati pendidikan, guru, dan mahasiswa. Jumlahnya sekitar 280 orang yang terdiri dari 140 peserta dan 140 pemakalah. Adapun yang menjadi pembicara seminar yaitu Prof. Dr. Sarwi, M.Si (ketua prodi pendidikan dasar pascasarjana UNNES) dan Prof. Dr. Waras, M.Pd (guru besar prodi teknologi pembelajaran UM).

Acara dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi seminar panel  yang diisi oleh dua pemateri dan  sesi seminar pararel yang diikuti oleh peserta call for paper . Makalah peserta tersebut dibagi menjadi tujuh subtema yaitu pembelajaran berbantuan teknologi komputer, pembelajaran berbasis teknologi mobile, pembelajaran berbasis web, inovasi pembelajaran dalam kelas, pembelajaran berbasis komparatif dan kolaborasi, pembelajaran berbasis pendidikan dasar, pembelajaran berbasis pendidikan berkarakter.

Prof.Dr. Sarwi, M.Si. Sebagai pemateri pertama memaparkan mengenai “Pengembangan Sumber Daya Insani Professional  Berkarakter  Abad 21”. Pemateri kedua yaitu Prof. Dr. Waras, M.Pd memaparkan materi mengenai “Rapid Learning dan Kebutuhan Belajar Masa Kini”. Adapun para peserta call for paper mempresentasikan hasil  masing-masing penelitian atau kajian konsep  yang dibagi menjadi beberapa kelompok di setiap kelas.

Fifit Firmadani, M.Pd. menyatakan, “Saya membuat makalah kajian konsep sub tema inovasi pembelajaran berbasis kelas dengan mengambil judul Pembelajaran Berbasis Riset sebagai Inovasi Pembelajaran. Saya menuliskan bahwa ketrampilan berpikir kritis sangat penting untuk dibudayakan di dalam pendidikan yang bisa diwujudkan melalui pembelajaran berbasis riset.” Menurutnya, pembelajaran berbasis riset adalah mengintegrasikan riset atau kegiatan penelitian ke dalam pembelajaran, penerapan pembelajaran berbasis riset dapat melalui metode pembelajaran inquiry learning, problem based learning, dan contextual teaching and learning yang dapat berjalan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi, praktik, debat, dan simulasi. Pendidik harus aktif dalam menciptakan dan menerpakan pembelajaran berbasis riset, karena akan melatih peserta didik berpikir kritis sehingga diharapkan menjadi lulusan yang dapat sebagai problem solver dan problem finding dalam kehidupan bermasyarakat.

Dosen pengampu mata kuliah kependidikan tersebut juga menyampaikan tentang manfaat mengikti seminar. “Setelah mengikuti seminar itu pengetahuan saya semakin bertambah dan luas di bidang pendidikan. Selama mengikuti seminar saya dapat berbagi ilmu dengan teman lain baik dari dosen, pemerhati pendidikan, mahasiswa, dan guru. Selain itu, saya dapat menambah relasi dari berbagai lembaga pendidikan. Saya juga jadi lebih bersemangat untuk menulis dan meneliti agar nantinya dapat mengikuti seminar call for paper di lain tempat dan waktu,” tambah Fifit Firmadani, M.Pd. (DZ)

[:en]

Fifit Firmadani, a lecturer of Indonesian Language and Literature Education Study Program UNTIDAR attended a national seminar entitled “21st Century Education Transformation to Develop Quality and Character Education” on Saturday, May 6, 2017. The event was organized by Graduate Program of State University of Malang, especially Learning Technology Study Program and Primary Education Study Program in Building Hall H3.

The seminar was attended by lecturers, observers of education, teachers, and students. There were 280 audience consisting of 140 participants and 140 speakers. The speakers of the seminar are Prof. Dr. Sarwi, M.Si (Head of the Post-Graduate Education Program of UNNES) and Prof. Dr. Waras, M.Pd (Professor of Learning Technology Study Program UM).

The event is divided into two sessions: panel seminar sessions filled by two speakers and parallel seminar sessions followed by call for paper participants. The participants’ papers are divided into seven sub-themes: computer-aided learning, mobile technology-based learning, web-based learning, classroom learning innovations, comparative and collaborative learning, primary education-based learning, and character-based education based learning.

Prof.Dr. Sarwi, M.Si. as the first speaker explained about “Development of Human Resources Professional Character of the 21st Century.” The second speaker is Prof. Dr. Waras, M.Pd. presented material on “Rapid Learning and Learning Needs of Today.” The participants of the call for paper presented the results of each study or concept study that was divided into several groups in each class.
Fifit Firmadani, M.Pd. stated, “I made a review paper on sub-theme concept of classroom-based innovation by taking the title of Research-Based Learning as Innovation Learning. I write about the critical thinking skills which are very important to be cultivated in education that can be realized through research-based learning.”

According to her, research-based learning is to integrate research or research activities into learning, the application of research-based learning can be through inquiry learning method, problem based learning, and contextual teaching and learning that can run in the form of interactive lectures, discussions, practices, debates, and simulations. Educators must be active in creating and delivering research-based learning, as it will train critical thinking learners so that it is expected to be a graduate who can be a problem solver and problem finding in the society.

The lecturer of the Education Subject also conveyed about the benefits of attending the seminar. “After attending the seminar, I think my knowledge grew and expanded in education. During the seminar, I can share my knowledge with other friends such as lecturers, education observers, students, and teachers. In addition, I can add relationships from various educational institutions. I become more excited to write and research in order to attend the seminar call for paper in other places and time, “added Fifit Firmadani, M.Pd.. (ER)

[:]

[:id]FKIP: Dosen PBI Menjadi Pembicara dalam The Fifth International Conference on Educational Research and Innovation (ICERI) di Universitas Negeri Yogyakarta[:en]FETT: PBI Lecturer Becomes Presenter in The Fifth International Conference on Educational Research and Innovation (ICERI) in Yogyakarta State University[:]

[:id]

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNTIDAR, Endah Ratnaningsih, M.Pd., mengikuti the Fifth ICERI di LPMP (Institute of Research and Community Service) UNY pada 8 – 9 Mei 2017. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNTIDAR tersebut mempresentasikan artikel berjudul “Early Education and the Quality of Life: the Students’ Perspective toward English for Children in Practice.”

Dalam konferensi ini, Dr. Suyanto, Kepala LPPM UNY, menyampaikan sebanyak 192 artikel dipresentasikan dalam konferensi ini dan jumlah ini merupakan kelipatan dari artikel yang dipresentasikan tahun lalu. Selanjutnya, Dr. Margana, M.A. menyampaikan bahwa konferensi ini memfasilitasi partisipan untuk memperbaharui informasi yang berkaitan dengan penelitian pendidikan dan inovasinya.

Konferensi yang mengusung tema “Optimizing Educational Research Findings to Improve the Quality of Life” tersebut menghadirkan Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. (Director of Research and Community Service, Ministry of Research, Technology, and Higher Education) sebagai keynote speaker yang menyampaikan tentang “Strengthening Research Community.” Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. menyampaikan bahwa riset berkaitan erat dengan pendanaan. Selain itu, beliau mengingatkan dosen-dosen untuk meningkatkan riset dan sebagai informasi pada November 2017 akan dilakukan evaluasi untuk mengevaluasi produktifitas profesor.

Pada konferensi tersebut, hadir sebagai pembicara diantaranya Prof. Laurance Splitter, Ph.D. (APNME, Education University of Hong Kong) yang menyampaikan tentang “Powerful thinking as Key to Improving the Quality of Life,” Prof. Richard Luke Daniels (The College of Idaho, USA) menyampaikan tentang “Capturing the Potential of Indonesia,” Prof. Dr. Sri Atun (Yogyakarta State University), Dr. Subiyanto (Center for Innovation of LIPI) menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan paten, Dr. Minako Sakai (The University of New South Wales, Australia) berbicara tentang Perbankan Syariah di indonesia, Dr. Deendarlianto (Gadjahmada University), dan Dee Dee A. Salle, Ph. D. (Exercise Physiologist, Nutritionist, and Consultant, Singapore). (ER)

[:en]

The lecturer of English Education Study Program UNTIDAR, Endah Ratnaningsih, M.Pd., attended the Fifth ICERI at LPMP (Institute of Research and Community Service) UNY on May 8-9, 2017. She presented an article entitled ” Early Education and the Quality of Life: the Students’ Perspective toward English for Children in Practice.”

In this conference, Dr. Suyanto, Head of LPPM UNY, said that there were 192 articles presented at this conference and this number is a multiple of articles presented last year. Furthermore, Dr. Margana, M.A., Vice Rector of Yogyakarta State University, said that the conference facilitates participants to update information related to educational research and innovation.

The conference entitled “Optimizing Educational Research Findings to Improve the Quality of Life.” In that occasion, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. (Director of Research and Community Service, Ministry of Research, Technology, and Higher Education) as the keynote speaker delivered about “Strengthening Research Community.” Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. said that research is closely related to budgeting. In addition, he reminded the lecturers to improve research and as an information in November 2017 will be evaluated to evaluate the productivity of professors.

At the conference, there were some international presenters like Prof. Laurance Splitter, Ph.D. (APNME, Education University of Hong Kong) who delivered on “Powerful thinking as Key to Improving the Quality of Life,” Prof. Richard Luke Daniels (The College of Idaho, USA) presented “Capturing the Potential of Indonesia,” Prof. Dr. Sri Atun (Yogyakarta State University), Dr. Subiyanto (Center for Innovation of LIPI) presented a material related to patent, Dr. Minako Sakai (The University of New South Wales, Australia) presented about Syariah Banking in Indonesia, Dr. Deendarlianto (Gadjahmada University) presented about international research, and Dee Dee A. Salle, Ph. D. (Exercise Physiologist, Nutritionist, and Consultant, Singapore) presented about the healthy and the quality of life. (ER)

[:]

[:id]Mahasiswa FKIP Untidar Ikuti Precompetition Concert Jelang Vietnam International Choir Competition (VICC)[:en]FETT Students of Untidar Following Pre-Competition Concert for Vietnam International Choir Competition (VICC)[:]

[:id]

FKIP-UNTIDAR (12/05). Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) menggelar precompetition concert Rabu, 10 Mei 2017 di Auditorium Universitas Tidar. Tujuan dari konser ini untuk menggalang dana dalam rangka mengikuti kompetisi Vietnam International Choir Competition (VICC) yang akan dilaksanakan pada 7 sampai dengan 11 Juni 2017 di Kota Hoi An, Vietnam. Tema konser ini bertajuk “Yes, We Can Make It”. Tema ini diangkat karena teman-teman dari Grandio Sonora Tidar ingin membuktikan ada paduan suara mahasiswa dari kota kecil yang dapat mengikuti kompetisi paduan suara tingkat dunia.

Konser ini berlangsung selama 2 jam dari pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB. Konser ini dibuka dan disambut oleh Drs. Hari Wahyono, M.Pd. sebagai Pembina I PSM GST yang tak lain adalah Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untidar. Konser penggalangan dana ini juga digelar untuk memperkenalkan anggota baru PSM GST. Terdapat 5 sesi dalam konser yang digelar rabu malam lalu.

Sesi pertama penampilan New Comers and Senior, dimana mereka menyanyikan 3 buah lagu Looking Through The Eyes of Love, Keroncong Kemayoran, dan Menjemput Impian. Sesi kedua, ketiga, dan keempat diisi oleh Tim Paduan Suara Grandio Sonora Tidar yang akan mengikuti Vietnam International Choir Competition (VICC). Mereka menyanyikan 9 lagu terbagi dalam masing-masing sesi tersebut. Pada sesi kelima, semua tim Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) menyanyikan 2 buah lagu.

Jumlah tim Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) yang mengikuti VICC sebanyak 17 mahasiswa sebagai penyanyi, 1 konduktor, dan 1 pianis. Ketujuh belas mahasiswa yang menjadi penyanyi terdiri atas 5 sophran, 4 alto, 4 tenor, dan 4 bass. Mereka adalah gabungan dari mahasiswa Universitas Tidar semester 4, 6, dan 8. Sepuluh di antaranya adalah mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar, yakni Dinda dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Meicio Bella, Rointan, Rosalina Indira, Achmad Mursyid, Agnes Amalia, Ficky, Palupi, Rio, dan Damar dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Rencananya tim paduan suara yang akan diberangkatkan ke Vietnam akan menyanyikan 11 lagu. Kategori lomba yang dikuti adalah kategori choir, musica sacra, dan folkore (lagu-lagu daerah). Gerry Aby Athalarik, salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untidar yang juga menjadi anggota PSM GST, menuturkan harapannya “Semoga kakak-kakak yang berangkat ke Vietnam dapat membanggakan Indonesia karena tim VICC dari Universitas Tidar ini adalah salah satu tim paduan suara mahasiswa yang mewakili Indonesia di ajang bergengsi tersebut dan dapat pulang membawa medali emas.” (WL)

[:en]

FKIP-UNTIDAR (12/05). Grandio Sonora Tidar Student Choir (PSM GST) held a pre-competition concert on Wednesday, May 10, 2017 at the Tidar University Auditorium. The purpose of this concert is to raise funds in order to enter the Vietnam International Choir Competition (VICC) which will be held on June 7-11, 2017 in Hoi An City, Vietnam. The concert theme is entitled “Yes, We Can Make It.” This theme was picked up because the members of Grandio Sonora Tidar wanted to prove there was a student choir from a small town that could follow the world-wide choir competition.

The pre-competition concert lasted for 2 hours from 19:00 pm until 21:00 pm. The concert was opened and welcomed by Drs. Hari Wahyono, M.Pd. as the Coach I of the PSM GST. The fundraising concert was also held to introduce new members of PSM GST. There were 5 sessions in the concert which is held on Wednesday night.

The first session was the performance of New Comers and Senior in which they sang 3 songs “Looking through the Eyes of Love, Keroncong Kemayoran, and Picking Dreams.” The second, third, and fourth sessions were filled by Grandio Sonora Tidar Choir Team who will follow the Vietnam International Choir Competition (VICC). They sang 9 songs divided in each session. In the fifth session, all Grandio Sonora Tidar Student Choir team (PSM GST) sang 2 songs.
The number of Grandio Sonora Tidar Student Choir (PSM GST) team that attended the VICC were 17 students as singers, 1 conductor and 1 pianist. Seventeen students who became singers consisted of 5 sophran, 4 alto, 4 tenor, and 4 bass. They are students of Tidar University of semesters 4, 6, and 8. Ten of them are students from the Faculty of Education and Teachers Training UNTIDAR, namely Dinda from Indonesian Language and Literature Education Study Program UNTIDAR, Meicio Bella, Rointan, Rosalina Indira, Achmad Mursyid, Agnes Amalia, Ficky, Palupi, Rio, and Damar from the English Education Study Program.

The choir team plans to sing eleven songs. The categories of competitions are choir, musica sacra, and folkore (regional songs). Gerry Aby Athalarik, one of the students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program UNTIDAR who is also a member of PSM GST, expressed his hope “Hopefully the representatives who leave for Vietnam can boast Indonesia because the VICC team from Tidar University is one of the choir team Students who represent Indonesia at the prestigious event and can go home with a gold medal.” (ER)

[:]