Dosen FKIP ikuti Pelatihan Penerjemahan dan Penjurubahasaan di LBI UI

0
233

Selama kurang lebih sepekan (21-25 Agustus 2017), salah satu dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar mengikuti workshop penerjemahan dan penjuru bahasaan di Lembaga Bahasa Internasional, Universitas Indonesia. Kegiatan tersebut memberikan pelatihan awal tentang bagaimana menerjemahkan berbagai genre teks dan juga penjurubahasaan. Workshop ini dihadiri sekitar 60 orang setiap harinya dari berbagai kota di Indonesia.

Workshop penerjemahan dan penjurubahasaan ini diawali dengan pelatihan penerjemahan teks sastra pada hari Senin 21 Agustus 2017. Fasilitator dari penerjemahan sastra ini adalah Dr. Grace Wiradisastra dan Doni Jaya, M.Hum. Keduanya adalah dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) dan juga trainer penerjemahan di LBI UI. Kemudian penerjemahan teks hukum dilanjutkan di hari kedua, Selasa, 22 Agustus 2017. Para peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan di hari kedua ini. Selain materi pelatihan yang menantang, pelatihan penerjemahan teks hukum ini juga difasilitatori oleh para professional. Para fasilitator tersebut adalah Andika Wijaya, M.Transinterp, seorang penerjemah teks hukum professional tersertifikasi NAATI (The National Accreditation Authority for Translators and Interpreters) pada tahun 2015 dan juga pengajar penerjemahan teks hukum UI, Hetty Hartati Novita, M.Hum. Kemudian di hari ketiga, peserta pelatihan ini mendapatkan materi tentang penerjemahan teks akademik oleh Haru Deliana Dewi, Ph.D. dan Doni Jaya, M.Hum.

Animo peserta workshop pun tidak berhenti sampai hari ketiga. Di hari keempat, peserta pelatihan mendapatkan materi tentang penjurubahasaan dari interpreter kepresidenan Inanti P Diran, Ed.M dan interpreter professional Kukuh Sanyoto. Keduanya adalah anggota AIIC – sebuah organisasiinterpreter professional. “Hari ini yang paling ditunggu dan paling menantang,” ungkap Atsani Wulansari, M.Hum. dosen FKIP yang mengikuti pelatihan tersebut. Selain itu, Atsani mengaku bahwa di hari keempat ini dirinya mendapatkan banyak pengetahuan tentang penjurubahasaan. “Bukan hanya teori saja yang saya dapatkan di hari ini, tapi juga praktek selama seharian penuh,“ tambahnya.

Pelatihan penerjemahan dan penjurubahasaan ini ditutup denggan pelatihan SDL Trados oleh Ririn Indah Permata Sari dan Zhilal El Furqon. Keduanya adalah penerjemah professional. SDL Trados adalah sebuah perangkat lunak untuk membantu penerjemah agar hasil terjemahannya lebih konsisten. Atsani mengungkapkan bahwa ilmu yang didapatkan pada acara workshop ini sangat membantunya dalam pembelajaran Translation di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY