Mahasiswa FKIP Wakili KSR PMI Untidar Ikut Jumbara dan Temu Karya Provinsi Jawa Tengah

0
235

KSR PMI (Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia) unit Untidar mengirim 5 anggota untuk mengikuti Jumbara (Jumpa, Bakti, dan Gembira) dan Temu Karya tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 22-27 Agustus 2017 di Buper Regaloh, Pati. Kelima anggota tersebut semuanya mahasiswa yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Utidar. Dwi Arif Wibowo dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) bersama Elsara Khairunisa dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam Workshop PMER (Planning, Monitoring, Evaluation, and Reporting), Evievianthi Wijianto Putri dari Prodi PBSI berpartisipasi dalam kegiatan Propepa (Promosi Pertolongan Pertama), sedangkan Aghnia Yulfa dari prodi PBSI dan Rahayu Nastiti Asih dari prodi PBI menjadi pendamping PMR (Palang Merah Remaja).

Kegiatan yang berlangsung lima tahun sekali ini terbagi menjadi dua kegiatan besar yakni Jumbara untuk tingkat PMR dan Temu Karya untuk tingkat KSR. KSR PMI unit Untidar dalam mengikuti acara ini berada di bawah naungan kontingen kota Magelang, dengan jumlah keseluruhan yakni 70 peserta. “Lebih banyak senengnya sih kalau ikut acara kaya gini, bisa ketemu dengan relawan seluruh Jateng jadi nambah ilmu dan silaturahmi,” terang Bowo. Saat workshop PMER materi yang disampaikan mengenai merancang visi misi, dijabarkan ke rencana strategis, berlanjut ke rencana operasional hingga merancang suatu kegiatan. Selain itu ada materi untuk membuat laporan kegiatan yang dikerjakan secara berkelompok yang anggotanya dari kota/kabupaten yang berbeda.

Mahasiswa yang kini duduk di semester 7 ini lebih banyak menyerap sisi positif dari kegiatan yang diselenggarakan PMI. “Di sana lebih ditekankan kerjasama antar kota/kabupaten. Setiap kegiatan berbentuk kelompok dan anggota kelompoknya terdiri dari kota/kabupaten yang berbeda. Jadi bikin kita lebih saling mengenal antar daerah yang berbeda dan bisa sharing ilmu,” tambahnya.

Hal yang lebih membanggakan, saat mengikuti acara ini kontingen kota Magelang mendapatkan peringkat II, sedangkan KSR kota Magelang meraih peringkat I, dan PMR menyabet peringkat II. Tentu penghargaan yang dikantongi ini atas kerja keras seluruh anggota PMI kota Magelang, termasuk mahasiswa FKIP yang turut berpartisipasi. Sebelum mengakhiri Bowo menekankan, “Asiknya ikut PMI, kita bisa dapat ilmu mahal secara gratis. Misalnya saja pertolongan pertama, kalau ikut pelatihan bisa habis 1 jutaan tapi kalau ikut PMI gratis. Di samping itu juga jelas menambah teman, karena anggota dari PMI kota Magelang sangat lengkap dari dosen, perawat, agen asuransi, mahasiswa, dll.” (TP)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY