Pencanangan Kampung Inggris Kota Magelang oleh FKIP Universitas Tidar dan DP4KB

0
331

FKIP UNTIDAR kembali menunjukkan tajinya sebagai fakultas pencetak guru bahasa dengan menjadi pendamping utama dalam pencanangan Kampung Inggris di Kota Magelang. Adalah Pesantren Tidar yang menjadi titik awal pendampingan embrio pencanangan sebuah kawasan yang fokus dalam kebahasaan Inggris. Gagasan ini muncul pertama kali oleh Prof. Dr. Sukarno, Dekan FKIP UNTIDAR yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang. Sukarno mengatakan gagasan ini sesuai dengan visi misi Kota Magelang sebagai Smart City yang memiliki salah satu wisata Keajaiban Dunia dengan banyak turis asing dan juga visi misi FKIP UNTIDAR sebagai fakultas pencetak guru bahasa, dalam hal ini adalah bahasa Inggris.

Dalam pelaksanaan acara yang sudah menginjak minggu ketiga ini, telah ditandatangani MoU antara FKIP UNTIDAR, DP4KB Kota Magelang, dan Pesantren Tidar. Dra. Wulandari, M.M menyebut program yang awalnya merupakan pengabdian masyarakat dari dosen FKIP ini sangat tepat dengan apa yang dibutuhkan oleh warga Kota Magelang, khususnya yang dalam bidang pengawasan dan pemberdayaan oleh DP4KB yang sebelumnya telah mengadakan program RW Ramah Anak di lokasi yang sama dengan keberadaan Pesantren Tidar. Senada dengan Wulandari, Dzaky Zamani, selaku pengasuh Pesantren Tidar sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas adanya program mengingat perkembangan keilmuan, khususnya bahasa tidak lantas hanya dibutuhkan oleh siswa atau pembelajar dari institusi umum, melainkan juga santri dan juga warga biasa.

Dalam pelaksanaannya, Tim Pengabdian yang dipimpin oleh Ali Imron, M.Hum, salah seorang dosen Pendidikan Bahasa Inggris dari FKIP akan membimbing dan mengajari hampir semua aspek dasar yang dibutuhkan mulai dari persoalan upgrade kurikulum, materi Writing, Speaking, tata ucap (Pronunciation) hingga sastra untuk dipentaskan dan difilmkan. Ali sangat  bersyukur mendapat kepercayaan untuk mengetuai tim yang melibatkan tiga dosen lain dari background keilmuan yang berbeda untuk bisa memberikan kemanfaatan maksimal dalam program. Ali menyebut, pengabdian ini benar-benar merupakan pengabdian kepada masyarakat yang dirancang dan diskemakan dengan presisi sesuai kebutuhan. Oleh karena itulah ia dan rekan pengabdiannya, Winda Candra H, M.A melibatkan dua dosen dari bidang keilmuan yang berbeda agar hasilnya sesuai yang diharapkan. Ali melibatkan satu dosen dengan dasar keilmuan Pendidikan Bahasa Inggris dan satu lagi dengan dasar pengajaran penulisan (Writing) di luar satu tim anggota yang memiliki background sama dengannya yaitu Sastra Inggris. Selain itu, Ali juga melibatkan dua mahasiswa yang biasa menangani persoalan dokumentasi (film) dan skenario.

Harapannya, program ini akan terus berjalan mengingat pencanangan Kampung Inggris bukanlah persoalan sederhana yang tentu akan membutuhkan tindakan nyata yang tepat dan membutuhkan waktu. Kerjasama dengan DP4KB diharapkan akan mampu menjadikan program ini berlangsung setidaknya selama dua tahun kedepan demi tercapainya visi misi Kota Magelang sebagai Smart City dan bentuk nyata peran serta FKIP khususnya Bahasa Inggris bagi masyarakat dan negara. (AL)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY