DOJANG UNIVERSITAS TIDAR BAWA PULANG MEDALI EMAS DALAM UNISRI OPEN 2017

0
342

Tak hanya bersaing dalam dunia akademis, mahasiswa FKIP Untidar membuktikan bahwa prestasi juga bisa direbut lewat dunia non-akademis. Hal inilah yang ditunjukkan oleh beberapa mahasiswa khususnya dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) yang berhasil meraih medali emas dan perunggu dalam kejuaraan Unisri Open 2017. Kegiatan yang masih dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-37 Unisri ini berlangsung selama dua hari yakni Sabtu-Minggu, 1-2 April 2017 bertempat di GOR Manahan Solo.

Pada kejuaraan ini Untidar mengirimkan 2 tim beranggotakan 16 orang, 9 diantaranya berasal dari FKIP yakni 3 mahasiswa dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan 6 sisanya dari mahasiswa PBI.  Sherly Brilliantika, salah satu mahasiswa PBI yang berhasil mengantongi medali perunggu memang memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti kejuaraan ini. “Kami ingin mengetahui kemampuan taekwondoin kami sudah sampai mana dan hasil dari latihan sudah seperti apa. Secara tidak langsung ini juga persiapan atau pemanasan sebelum pomda (pekan olahraga mahasiswa daerah). Selain itu, kami ingin menunjukkan bahwa taekwondo Universitas Tidar dapat berprestasi, sehingga tidak selalu disepelekan,” paparnya.

Persiapan efektif yang dilakukan para mahasiswa hanya dalam dua pekan menjelang pelaksanaan lomba, yang dilatih langsung oleh Master Djoko suprajitno dan Dhimas Adi Prayitno. Latihan tersebut dilaksanakan selama dua hari dalam satu minggu yaitu hari Senin dan Jumat setiap pukul 16.00 WIB. Terbukti melalui latihan tersebut, tim Untidar menunjukkan performa terbaik hingga meraih dua medali emas dan dua medali perunggu. Medali emas didapatkan atas nama taekwondoin Fauzan Noki Pratama (PBI) dan Putra Jatmiko (Teknik Elektro), sedangkan medali perunggu diraih atas nama Sherly Brilliantika dan Dewi Yanizah Kurnaini Padhi (PBI).

Melalui medali emas yang dioleh-olehkan kepada kampus Untidar, Sherly berharap UKM Olahraga secara keseluruhan tidak lagi hanya dilirik oleh para civitas akademika, melainkan juga dilihat dan dijadikan perhatian.  “Kami butuh dukungan dan semangat supaya taekwondo Untidar semakin solid, kompak dan semakin kuat ikatan keluarganya, agar dapat mengharumkan nama Untidar. Doakan pula kami bisa mengikuti banyak pertandingan supaya semakin banyak pengalaman, jam terbang semakin tinggi, dan menambah kemampuan.” (TP)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY