Dua Praktisi dan Pengajar Sastra FKIP Untidar Melatih Siswa dan Guru SMP se Kabupaten Magelang dalam Penciptaan Cerpen dan Puisi

0
339

Rabu (26/4) menjadi hari yang membanggakan bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar karena dua dosennya, masing-masing dari Prodi Pendidkan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), mendapat kehormatan untuk melatih siswa dan guru SMP se Kabupaten Magelang dalam mencipta karya sastra  genre cerita pendek dan puisi. Dua dosen tersebut adalah Budiono, M.Pd., dan Ali Imron, M.Hum. Syukri, M.Pd., selaku ketua MGMP Bahasa Indonesia Kab Magelang yang mengundang menyebut bahwa pemilihan dua dosen FKIP UTIDAR ini karena keduanya merupakan akademisi sekaligus praktisi sastra dan budaya dan acara tersebut merupakan persiapan menuju gelaran tahunan FLS2N.

Warga Magelang dan sekitarnya yang menyukai seni, budaya, dan sastra sudah akan sangat mengenal Budiono, dosen PBI yang merupakan salah satu budayawan yang dimiliki daerah dengan kesenian Jawanya yang kental ini biasa mementaskan karya seni dan sastra lokal dalam aneka acara mulai dari wayang orang, seni tari, dan juga sastra. Budiono dipercaya melatih para peserta dalam penciptaan puisi, juga pembacaannya. Bertempat di SMPN 1 Mungkid, Budiono memfokuskan pada penciptaan puisi terlebih dahulu, baru pada pembacaannya dikarenakan pelatihan tersebut memang bertujuan utama mempersiapkan siswa menuju Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang pada cabang puisi, masih didiskusikan apakah hanya mencipta ataukah juga dengan membaca.

Di lain ruang, Ali Imron, yang dikenal sebagai novelis Islam dengan nama Ali Imron El Shirazy, dipercaya memberikan materi tentang penulisan atau penciptaan cerita pendek. Ali yang salah satu novelnya juga diterbitkan di Malaysia memang merupakan akademisi dengan fokus pengajaran sastranya pada Stilistika Naratif atau gaya dalam bercerita prosa. Di hadapan lebih dari 90 peserta, Ali menjelaskan dua hal utama dalam penulisan cerita pendek yaitu dasar struktur cerpen sebagai karya prosa, dan penguatan aspek-aspek khusus agar cerita pendek yang dibuat menarik dan indah untuk dibaca.

Budiono dan Ali sangat mengapresiasi acara yang dihadiri hampir 200 peserta ini dan mengaku cukup terkejut dengan apresiasi sastra oleh siswa SMP di Kabupaten Magelang. Selaku bagian dari fakultas pengajaran bahasa yang juga mengajarkan sastra, FKIP sangat membuka diri untuk membagi ilmu dan sumberdaya yang dimilikinya dalam pengembangan wilayah di sekitarnya. Bulan ini, Ali juga dijadwalkan kembali menjadi salah satu juri pada acara tahunan FLS2N seperti yang pernah dipercayakan padanya pada tahun sebelumnya. (AL)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY