Lima Dosen FKIP UNTIDAR Kembali Dipercaya untuk Menjadi Juri Lomba OLSN SMP Kabupaten Magelang 2018

0
167

Helatan tahunan Olimpiade Literasi Siswa Nasional  atau disingkat OLSN tingkat Kabupaten Magelang kembali digelar pada tahun 2018. Seperti sebelumnya, dosen FKIP UNTIDAR dipercaya menjadi bagian dari acara yang bertujuan untuk memberi ruang bagi kreativitas dan potensi unggul siswa SMP di bidang literasi di Kabupaten Magelang tersebut. Penjurian empat cabang lomba yaitu cabang Baca Puisi, Cipta Puisi, Cipta Cerpen, dan Story Telling dilakukan oleh dosen FKIP UNTIDAR.

Peserta OLSN yang lolos di perlombaan tingkat kabupaten ini langsung dikompetisikan di level nasional dengan demikian proses seleksi dilakukan dengan sangat ketat, memperhatikan berbagai ketentuan yang telah tercantum dalam juklak dan juknis lomba.

Menanggapi pertanyaan mengenai dosen FKIP yang kembali dipercaya menjadi juri OLSN SMP Kabupaten Magelang, Imam Baihaqi, M.A selaku juri cabang lomba baca puisi mengatakan bahwa “Ya bagus.artinya pihak Pemkab memberikan kepercayaan kepada para praktisi dan akademisi untuk saling mengisi ruang-ruang imajinasi yang bukan hanya fiksi. Kampus selalu dilibatkan baik dalam OLSN SMP maupun SMA. Hal tersebut berarti semakin mengukuhkan kepercayaan institusi lain terhadap kredibilitas dosen FKIP UNTIDAR.”

Pada lain kesempatan, Retma Sari, M.Pd yang menjuri cabang lomba story telling membagikan pengalamannya sebagai juri “Dengan adanya event ini diharapkan  peserta lomba bisa mematangkan skill berbahasa yang dimiliki, mengembangkan bakat serta berkomunikasi dan berinteraksi aktif kepada orang lain serta mendekatkan pada budaya yang ada di Indonesia yang dibalut dengan kemampuan berbahasa Inggris. Peserta dalam kompetisi ini merupakan anak-anak yang punya talent dan skill bagus, hanya sedikit perlu polesan. Di sinilah perlu adanya wadah dan pembibitan yang lebih memadai sehingga para peserta baik yang lolos atau tidak lolos, tak terhenti langkahnya di lomba tersebut namun mampu menjadi inspirator atau minimal mampu mendiseminasikan ilmunya pada orang lain.”

Ali Imron M.Hum, dosen Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP UNTIDAR yang dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi penulisan prosa serta telah menerbitkan berbagai novel menekankan betapa pentingnya peran aktif dosen dalam proses berliterasi masyarakat, dalam konteks ini adalah siswa, khususnya pada level kompetisi seperti OLSN tersebut.

Senada dengan pendapat Ali Imron di atas, Winda Candra Hantari, M.A yang cukup intens bergiat mengenalkan sastra di masyarakat mengatakan adalah agenda sangat penting untuk meneguhkan dan merawat ikon akademisi universitas (yang kerap juga praktisi) selaku mitra yang mesra dan kontributif  dalam pengembangan literasi masyarakat. Menjadi juri dalam olimpiade literasi tingkat SMP adalah salah satu contoh nyata usaha untuk mencapai hal tersebut (WD/AL)

Bagikan :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY